TITIKNOL.ID, TENGGARONG – Bocah sekolah dasar bernasib naas, saat berenang di Sungai Mahakam di bawah Jembatan Kutai Kartanegara, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur tenggelam.
Fisiknya sudah tidak terlihat, saat bermain air, berenang di Sungai Mahakam, Tenggarong pada Kamis (10/10/2024) sore.
Kontan saja, sejak tenggelamnya bocah SD ini, lokasi kejadian menjadi pusat perhatian masyarakat pengguna jalan jembatan.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar turut terjun ke lokasi untuk mencari keberadaan bocah tersebut.
Korban bernama Hafizh, sepulang sekolah memilih bermain ke Sungai Mahakam yang tepat berada di kawasan bawah Jembatan Kutai Kartanegara.
Bagaimana kronologi detik-detik sebelum Hafizh tenggelam di Sungai Mahakam?
Awalnnya, Hafizh pergi bersama teman-temannya ke Sungai Mahakam.
Mereka memilih untuk bermain di dekat sungai yang berada di bawah Jembatan Kutai Kartanegara.
Namun, suasana riang itu berubah menjadi kepanikan ketika Hafizh tiba-tiba hilang dari sekeliling teman-temannya.
Kata Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, diduga Hafizh saat itu sempat terlihat berenang sebelum akhirnya terseret arus kuat Sungai Mahakam.
Teman-temannya yang melihat kejadian tersebut langsung melapor kepada warga di lokasi kejadian. Dalam waktu singkat, pihak berwenang pun dihubungi, dan tim penyelamat segera dikerahkan.
Hingga saat ini, pencarian masih dilakukan oleh Disdamkarmatan Kukar. Mereka menyisir sepanjang aliran sungai di sekitar lokasi tenggelamnya Hafizh. Sayangnya, upaya pencarian terkendala oleh cuaca buruk.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Tenggarong sejak siang hari membuat air sungai berwarna keruh dan jarak pandang terbatas, sehingga menyulitkan tim penyelamat dalam upaya pencarian.
Cuaca Tidak Bersahabat
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan perahu karet dan alat penyelam untuk mempercepat pencarian.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban. Namun, cuaca yang tidak bersahabat dan kondisi arus sungai yang deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” ungkapnya.
Sampai sejauh ini, proses pencarian masih terus berlangsung, belum ada tanda-tanda penemuan fisik Hafizh yang hilang terbawa arus Sungai Mahakam. (*)












