Samarinda

Jembatan Penyeberangan Orang di Juanda Samarinda Karatan dan Berlubang, Tercium Bau Pesing

522
×

Jembatan Penyeberangan Orang di Juanda Samarinda Karatan dan Berlubang, Tercium Bau Pesing

Sebarkan artikel ini
JEMBATAN RUSAK - Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Juanda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang rusak tidak terawat, terlihat berkarat dan sudah berlubang pada Senin (14/10/2024). 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Bagi warga di Samarinda yang memanfaatkan fasilitas publik Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Juanda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur diharapkan waspada. 

Lantaran kondisi jembatan ini mengalami kerusakan di beberapa titik. Jembatan berkelir merah sedikit putih ini berdiri kokoh namun terbengkalai tanpa perawatan.

Karat dan keropos terlihat jelas di sejumlah sisi mengalahkan cat merah putih yang tak pernah dipoles lagi. 

Kondisinya ada yang berlobang. Tentu bahaya jika terjeblos di lubang ini. 

Jembatan tersebut seringkali dipakai, digunakan oleh para pelajar untuk menyeberang jalan.

Belum lagi pada jembatan ini tercium aroma tidak sedap, seperti bau buangan air urine. Diduga ada yang membuang air kecil di area jembatan ini. 

Saat malam hari tiba, jembatan tidak dilengkapi dengan lampu penerangan, suasananya tidak terbang benderang, hanya andalkan cahaya bulan dan lampu pengendara dari bawah jalan. 

Bukan Tanggungjawab Dishub

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyatakan itu tidak tanggungjawab Pemerintah Kota Samarinda. 

Soal perawatan penyeberangan jalan itu perawatannya ditangani atau tanggungjawab pihak Dinas PUPR Kota Samarinda.

Namun JPO ini sepertinya tidak akan pernah mendapat perawatan.

Pasalnya Dishub Samarinda telah mengajukan surat kepada PUPR untuk melakukan penghapusan jembatan penyeberangan tersebut.

Saat ini Samarinda memiliki 4 JPO yakni sebagai berikut:

  • Jalan Juanda;
  • Jalan S. Parman;
  • Jalan Jenderal Sudirman (Pasar Pagi);
  • dan Jalan Slamet Riyadi.

“Dari empat JPO itu dua di antaranya kami ajukan untuk dibongkar. Yang di Jalan Juanda dan S. Parman itu,” ujarnya. 

Dia membeberkan, alasan penghapusan sebab sudah tidak terlalu masif digunakan masyarakat.

“Tapi yang di Juanda kita menunggu pihak sekolah. Kalau mereka bilang JPOnya masih diperlukan, tentu ada pertimbangan lain nanti,” tegas Hotmarulitua Manalu. (*)

Baca Juga:   Ribuan Mahasiswa Unmul Samarinda Ikut KKN, Pesan Pj Gubernur Akmal Malik Buat Kaltim Berdaulat