Samarinda

Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni Khawatir Kinerja ASN Terganggu karena Media Sosial

404
×

Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni Khawatir Kinerja ASN Terganggu karena Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi berselancar internet di media sosial. Wadah media sosial ini jadi bagian sarana yang kadang jadi tempat ujaran kebencian. Gunakan media sosial untuk hal yang positif.

Sosial media maupun informasi secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi alam pikiran seseorang

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Perkembangan arus informasi yang begitu cepat dan masif melalui berbagai platform media sosial (medsos) harus disikapi dengan bijak.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur atau Sekdaprov Kaltim, Sri Wahyuni pun meminta agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintah bijak dalam menerima informasi. 

ASN, menurutnya, harus bisa mengelola informasi yang beredar luas di media sosial.

Tak hanya sharing namun bisa saring, agar mengetahui fakta yang sebenarnya. Informasi bisa membawa dampak negatif atau positif, hal ini tentu bisa berdampak pada kinerja ASN di lingkungan kerja.

“Sosial media maupun informasi secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi alam pikiran seseorang, tak terkecuali para pegawai pemerintahan, oleh sebab itu harus ada pikiran bijak,” kata Sri Wahyuni.

Misalnya menyeleksi mana informasi yang dapat memperkuat psikologi dan tidak memberikan beban terhadap pekerjaan ASN.

Sering terjadi saat ini, ada yang sibuk mengurus hal yang bukan berkaitan dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya, sehingga kinerja ikut terganggu.

“Kondisi ini tentunya sangat berdampak pada produktivitas kerja, karena banyak energi yang terkuras dengan hal tidak penting,” ujarnya. Energi yang dimiliki seorang ASN seharusnya dapat terserap secara optimal untuk aktualisasi diri.

Tentunya, sebagai bagian pelayanan masyarakat, ASN mesti totalitas, konsentrasi dan fokus. Arus informasi yang ada, bisa di filter sehingga membuat psikologis ASN kuat, serta tidak mudah terbawa perasaan.

Sehingga dampaknya bisa membangun komunikasi yang baik di lingkungan kerja. Komunikasi jari suatu yang penting dalam lingkungan kerja, baik dengan rekan kerja, pimpinan atau saat berhubungan dengan lintas instansi.

Baca Juga:   Kota Samarinda Kembali Raih UHC Awards 2024

“Komunikasi di lingkungan kerja baik, maka terbangun energi positif bagi jiwa dan fisik setiap pegawai, sehingga pegawai punya mental kuat,” tutur Sri Wahyuni. (*)