Tenggarong

Daftar 13 Sekolah Menengah Pertama di Kukar jadi Kandidat Bagi Rujukan Google

564
×

Daftar 13 Sekolah Menengah Pertama di Kukar jadi Kandidat Bagi Rujukan Google

Sebarkan artikel ini
SEKOLAH RUJUKAN GOOGLE - Google bagi Kukar. Terungkap ada 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur jadi kandidat sekolah bagi rujukan Google. (HO/Pixbay)

Penentuan SMP di Kukar yang jadi sekolah rujukan Google tentu saja tidak sembarangan ditunjuk, karena ada kriteria-kriteria yang harus dimiliki

TITIKNOL.ID, TENGGARONG – Terungkap ada 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur jadi kandidat sekolah bagi rujukan Google.

Penentuan SMP di Kukar yang jadi sekolah rujukan Google tentu saja tidak sembarangan ditunjuk, karena ada kriteria-kriteria yang harus dimiliki. 

Demikian dibeberkan oleh Plt. Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Emi Rosana Saleh yang dikutip Titiknol.id pada Selasa (5/11/2024). 

Dia klaim, pengembangan dunia pendidikan di Kukar memang terus ditingkatkan kualitasnya. 

Mengingat Kabupaten Kukar belakangan ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam peningkatan kualitas pendidikan dengan menjadi daerah yang memiliki Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) terbanyak se-Indonesia. 

“Kukar memiliki jumlah KSRG SMP yang terbanyak jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di seluruh Indonesia. Saat ini, ada 13 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang telah ditetapkan sebagai KSRG,” ungkap Emi.

Sekolah-sekolah tersebut termasuk ada SMPN 7 Muara Kaman, SMPN 7 Muara Badak, SMPN 10 Loa Kulu, SMPN 2 Sangasanga, SMPN 2 Muara Kaman, SMPN 2 Tenggarong.

Lalu, SMPN 6 Loa Kulu, SMPN 4 Tenggarong Seberang, SMPN 3 Tenggarong, SMPN 1 Tenggarong, SMPN 1 Sebulu, SMPN 5 Loa Janan, dan yang terbaru, SMPN 3 Kembang Janggut.

Dia menjelaskan bahwa rekomendasi sekolah-sekolah tersebut sebagai KSRG didasarkan pada sejumlah kriteria penting. 

“Kriteria yang kami pertimbangkan meliputi sumber daya manusia yang mumpuni, sebaran wilayah, dan konektivitas internet yang memadai,” ungkap perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Belajar Kukar Pintar Idaman ini.

Meskipun Disdikbud Kukar memberikan rekomendasi, Emi menegaskan bahwa penetapan sekolah sebagai KSRG sepenuhnya merupakan keputusan dari Google. 

Baca Juga:   Pesan DPRD Kaltim, Waspada November Bulan Rawan Demam Berdarah Dengue

“Kami yang merekomendasikan, tetapi yang menetapkan apakah sekolah itu menjadi KSRG adalah Google sendiri, bukan kami di Disdikbud,” ujarnya.

Untuk menjadi KSRG, sekolah-sekolah tersebut harus memenuhi syarat seleksi yang cukup ketat.

Proses penilaian mencakup berbagai aspek, seperti presentasi portofolio, modul pengajaran, dan dampak yang ditimbulkan terhadap sekolah-sekolah lain. 

“Jika tidak lulus ujian, maka mereka tidak akan berhasil menjadi KSRG,” beber Emi.

Belum lama ini, ada empat SMP yang telah dipanggil oleh Google Indonesia untuk mengikuti penilaian KSRG. “Ini merupakan langkah penting bagi kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kukar,” ujarnya.

Dengan pencapaian ini, Kukar menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan akses yang lebih baik bagi siswa. 

Keberadaan KSRG di daerah ini diharapkan dapat memfasilitasi pengembangan pembelajaran yang lebih inovatif dan berkualitas, serta memberikan dampak positif bagi pendidikan di seluruh kabupaten. 

Dukungan terhadap pendidikan di Kukar akan terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa semua siswa mendapatkan kesempatan terbaik untuk belajar dan berkembang. (*)