Samarinda

Bursa Lowongan Kerja di Samarinda hingga Besok, Tersedia 156 Jabatan

573
×

Bursa Lowongan Kerja di Samarinda hingga Besok, Tersedia 156 Jabatan

Sebarkan artikel ini
Informasi lowongan kerja. Job Fair Batch II tahun ini melibatkan 30 perusahaan yang menawarkan 781 lowongan kerja dari 156 jabatan di berbagai sektor, seperti perbankan, perdagangan, jasa, kehutanan, konstruksi, pertanian, kesehatan, dan pertambangan. 

Job Fair Batch II di Samarinda tahun ini melibatkan 30 perusahaan yang menawarkan 781 lowongan kerja dari 156 jabatan di berbagai sektor

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Bagi kalian yang sedang di Kota Samarinda, ada kesempatan mendapatkan peluang lowongan kerja lantaran sedang dibuka bursa kerja. 

Event ini diinisasi langsung oleh Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali menggelar Job Fair Batch II di City Centrum Hotel Mercure, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari.

  • Dimulai dari Jumat 22 November 2024;
  • hingga Sabtu 23 November 2024 dengan tujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. 

Kepala Disnaker Samarinda, Wahyono, menjelaskan bahwa Job Fair ini menjadi langkah strategis untuk dapat menekan angka pengangguran di Samarinda.

Dengan kata lain, hal ini dapat memfasilitasi para pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. 

“Tujuannya adalah untuk mengisi jabatan dan lowongan kerja yang tersedia, sehingga prosesnya lebih mudah dan efisien. Job Fair ini juga membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.  

Wahyono menambahkan, Job Fair Batch II tahun ini melibatkan 30 perusahaan yang menawarkan 781 lowongan kerja dari 156 jabatan di berbagai sektor, seperti perbankan, perdagangan, jasa, kehutanan, konstruksi, pertanian, kesehatan, dan pertambangan. 

Bahkan, terdapat sektor pertambangan dari luar Samarinda yang turut bergabung, mengingat tingginya kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung operasional perusahaan yang direncanakan berlangsung hingga 40 tahun ke depan.  

“Dengan peluang kerja yang besar dan berkesinambungan ini, kami berharap tenaga kerja di Samarinda dapat terserap, melalui proses seleksi yang baik, dan akhirnya bisa bekerja di perusahaan-perusahaan baru yang bergabung dalam Job Fair ini,” imbuh Wahyono.  

Baca Juga:   Mengenal Apa Itu Finswimming? Atlet dari Paser Kaltim Raih Medali Emas di Manado

Selain itu, Wahyono mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, Disnaker Samarinda menargetkan 10 kali penyelenggaraan Job Fair.

Dua di antaranya didanai oleh APBD Kota Samarinda, sedangkan sisanya dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra lainnya. 

“Sebab itu kami berharap kegiatan ini dapat secara signifikan menekan angka pengangguran di Samarinda,” tutupnya.

Plt Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Disnaker dalam memfasilitasi kegiatan Job Fair ini.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai solusi konkret untuk menjawab tantangan dalam penyediaan tenaga kerja.  

Menawarkan tenaga kerja kadang-kadang menjadi tantangan, karena kawan-kawan kita seringkali sulit mendapatkan informasi terkait ketenagakerjaan. 

“Dengan adanya Job Fair ini, saya kira dapat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Ini langkah yang sangat positif,” ujar Rusmadi.  

Rusmadi juga menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi bagi generasi muda.

Menurutnya, keberhasilan pencari kerja dalam mendapatkan pekerjaan tidak hanya bergantung pada adanya fasilitas seperti Job Fair, tetapi juga pada kualifikasi yang dimiliki.  

“Saya meminta kepada anak-anak muda untuk terus meningkatkan kompetensinya. Sekarang banyak perusahaan yang mensyaratkan sertifikasi kompetensi.

Oleh karena itu, penting bagi Disnaker untuk terus mengadakan pelatihan dan fasilitasi.

Selain itu, lembaga-lembaga yang memberikan sertifikasi kompetensi juga harus hadir untuk mendukung ini,” tambahnya.  

Meski pendidikan jenjang SMA/SMK berada di bawah kewenangan provinsi, Rusmadi berharap agar sekolah dan perguruan tinggi, terutama yang berbasis teknis, dapat lebih proaktif membekali lulusannya dengan sertifikasi kompetensi. 

“Ini akan membantu mereka lebih siap bersaing di dunia kerja,” katanya.  (*)