Samarinda

Membangun Sekolah Terpadu Internasional di Samarinda, Pilih Bekas SMPN 16 

1029
×

Membangun Sekolah Terpadu Internasional di Samarinda, Pilih Bekas SMPN 16 

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pembangunan sekolah terpadu bertaraf internasional. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kutai Timur) bakal menyiapkan lahan hibah untuk pembangunan Sekolah Lanjut Tingkat Atas.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pembangunan sekolah terpadu bertaraf internasional di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur terus berjalan sesuai rencana.

Proyek ambisius yang digagas oleh Pemerintah Kota Samarinda ini menjadi langkah besar dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tepian.

Dengan anggaran mencapai Rp69 miliar, lokasi pembangunan sekolah tersebut ditetapkan dibekas SMP Negeri 16, Jalan Jakarta, Loa Bakung.

Sekolah terpadu ini diharapkan menjadi model pendidikan modern yang dapat mencetak generasi unggul.

Proyek ini tidak hanya akan mencakup jenjang pendidikan SMP, tetapi akan dikembangkan menjadi kompleks pendidikan terpadu mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Walikota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa saat kunjungannya ke lokasi pembangunan pada 30 November 2024.

Adapun progres proyek tersebut berjalan secara baik. 

“Progres pembangunannya sangat baik. Kami menilai kinerja kontraktor sangat memuaskan, baik dari segi kerapian, estetika bangunan, maupun kesesuaian dengan desain,” ujar Andi Harun.

Ia juga menambahkan bahwa tahap kedua pembangunan akan dilanjutkan pada 2025. Hal tersebut mencakup penambahan fasilitas olahraga dan penataan lanskap lainnya. 

“Kami ingin menjadikan sekolah ini, yang sebelumnya SMP 16, sebagai Sekolah Terpadu dengan standar internasional,” tuturnya.  

Lebih lanjut, Andi Harun menyebutkan bahwa pihaknya berharap seluruh pembangunan dapat selesai dalam waktu satu tahun agar dapat segera menerima siswa baru.

“Kami juga memastikan tahap kedua pembangunan bisa dimulai lebih awal pada tahun 2025,” tuturnya.

“Kami berharap seluruh pembangunan dapat selesai dalam waktu satu tahun, sehingga penerimaan siswa baru bisa dilakukan segera,” tambahnya.  

Pemberitaan sebelumnya, Andi Harun menjelaskan bahwa Pemkot memiliki visi besar dalam pengembangan sekolah terpadu ini.

Harapannya, sekolah terpadu akan berbeda dengan sekolah pada umumnya.

Baca Juga:   Sesalkan Hanya 20 Persen Pekerja Lokal Terserap, Akmal Malik: Sisanya Orang Luar Kaltim

Hal ini akan terlihat dari fasilitas infrastruktur, metodologi pembelajaran, serta sarana prasarana yang akan disediakan.

“Bahkan juga yang akan mengajar di sekolah unggulan pasti kualifikasi gurunya di atas rata-rata. Sehingga pasti seleksinya sangat profesional dan ketat,” papar Andi Harun.

Tak sampai di situ saja, Pemkot juga berencana memberlakukan dua bahasa dalam proses pembelajarannya nanti. Termasuk juga penerapan kurikulum ajarannya. Sehingga pihaknya akan mencoba perpaduan kurikulum merdeka belajar dengan kurikulum Cambridge. (*)