Titiknol IKN

Ibu Kota Nusantara jadi Pendorong Kemajuan Ekonomi Kaltim, Optimis Inflasi Terjaga

346
×

Ibu Kota Nusantara jadi Pendorong Kemajuan Ekonomi Kaltim, Optimis Inflasi Terjaga

Sebarkan artikel ini
DORONGAN EKONOMI KALTIM - Ilustrasi penampakan Ibu Kota Nusantara di Kaltim. Daerah Kalimantan Timur dikenal andalkan sumber daya alam seperti batu bara, minyak dan gas sebagai pendorong ekonomi di Kalimantan Timur. Kali ini ada tambahan dari proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara jadi daya dukung pendorong ekonomi Kalimantan Timur. (HO/OIKN)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Hadirnya Ibu Kota Nusantara di Penajam Paser Utara, memberikan andil bagi gairah ekonomi daerah Kalimantan Timur. 

Selama ini, Kalimantan Timur dikenal andalkan sumber daya alam seperti batu bara, minyak dan gas sebagai pendorong ekonomi di Kalimantan Timur. 

Kali ini ada tambahan dari proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara jadi daya dukung pendorong ekonomi Kalimantan Timur.

Perekonomian di Kalimantan Timur disebutkan terus mengalami peningkatan yang positif.

Faktor ini tidak terlepas dari adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara juga sektor pengolahan dan kinerja lapangan usaha pertambangan.

Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Bayuadi Hardiyanto mengungkapkan peningkatan positif ekonomi Kaltim terdapat andil beberapa faktor.

Masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), produksi pada sektor penggalian seperti batu bara dan migas serta industri pengolahan memebuat perekonomian di Kalimantan Timur terus menunjukkan tren yang positif.

Sektor industri pengolahan seperti pengolahan pupuk, hingga turunan perkebunan seperti crude palm oil (CPO) maupun industri pengolahan lainnya masih menjadi primadona.

Secara keseluruhan hingga akhir tahun 2024 ekonomi Kaltim diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dikisaran 5,5 persen hingga 6,3 persen year on year. 

Pertumbuhan positif berdasarkan pada meningkatnya kinerja lapangan usaha pertambangan, industri pengolahan, serta masifnya konstruksi di Ibu Kota Negara.

“Juga pada sektor perdagangan,” katanya, Senin (2/12/2024).

Bayuadi juga menegaskan optimisme dalan menjaga inflasi Kaltim pada tahun 2025 mendatang.

Pihaknya memprakirakan berada pada target nasional yakni 2,5 + 1 persen.

“Kita optimis, tentubdengan upaya stabilitas harga dan nilai tukar Rupiah, penyesuaian suku bunga acuan, serta risiko fluktuasi harga pangan yang melandai melalui optimalisasi TPID,” ujarnya.

Baca Juga:   Bambang Susantono Mundur dari Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara IKN

Ke depan, pembangunan dan pemindahan IKN yang telah dimulai, juga berimbas pada peningkatkan kebutuhan pangan, akibat pertambahan jumlah penduduk.

Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri, dan mesti diantisipasi.

Upaya pengendalian inflasi harus terus diperkuat, dan BI Kaltim berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang efektif dalam menjaga stabilitas harga terus berlanjut.

Diperlukan langkah strategis untuk memastikan kecukupan pasokan.

“Hal ini guna mengelola potensi tekanan inflasi secara efektif,” tegasnya. (*)