TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur akan membuat pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi masyarakat luas. Ada 4 kategori usia yang bisa nikmati fasilitas ini.
Dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin pada Kamis (2/1/2025).
Dia beberkan, program ini akan segera terlaksana di Provinsi Kalimantan Timur.
Kata dr. Jaya Mualimin, program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat akan mulai berlaku pada Februari akhir atau awal Maret 2025.
“Saat ini juknis (petunjuk teknis) masih disusun dan tahap sosialisasi,” beber dr. Jaya.
Sosialisasi yang dimaksud adalah melakukan pemberitahuan kepada setiap fasilitas kesehatan (faskes) baik puskesmas maupun klinik-klinik yang akan ditunjuk menjadi mitra tempat pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kita libatkan swasta juga. Karena faskes kita (Kaltim) belum mencukupi. Nanti mereka mendapat surat penunjukan,” bebernya.
Dokter Jaya menjelaskan, program pemeriksaan kesehatan gratis ini akan dibagi berdasarkan penggolongan usia.
Yakni terbagi menjadi empat, sebagai berikut:
- Kategori Dewasa; berhak mendapat pemeriksaan kesehatan gratis seperti tekanan darah, kolesterol dan keluhan ringan lainnya. Hak ini dapat diperoleh orang dewasa setiap tanggal kelahiran masing-masing.
- Kategori lansia; pemeriksaan kesehatan gratis bagi golongan usia ini dilakukan setahun sekali untuk memeriksa gula darah dan kolesterol.
- Kategori remaja; pemeriksaan kesehatan ini diperuntukan untuk anak sekolah setiap tahun ajaran baru, atau satu tahun sekali. Pemeriksaan kategori ini untuk memeriksa kesehatan mental atau jiwa remaja. “Nanti kita pakai UKS atau klinik yang ada di sekitar sekolahnya. Jadi untuk remaja satu tahun sekali atau setiap tahun ajaran baru, bukan sesuai tanggal lahir” tutur dr. Jaya.
- Kategori bayi; pemeriksaan atau skrining satu kali seumur hidup yang diperuntukan bagi anak baru lahir guna memeriksa berbagai penyakit bawaan, kelainan fisik atau jaringan tubuh.
Ia menjelaskan, meski gratis namun pemeriksaan tidak dilakukan dengan asal.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur juga akan memberikan rekomendasi jika setiap warga memerlukan perawatan medis lebih intens.
“Ada juga yang diberikan obat. Tapi enggak melulu obat. Kami lebih merekomendasikan agar masyarakat Kalimantan Timur aktif dan rutin berolahraga,” kata Jaya Mualimin. (*)












