Uncategorized

Makan Bergizi Gratis di Daerah Terpencil Kaltim, Pemprov akan Andalkan TNI Polri 

488
×

Makan Bergizi Gratis di Daerah Terpencil Kaltim, Pemprov akan Andalkan TNI Polri 

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi makan bergizi gratis yang disaksikan langsung Wapres Gibran.  Kabupaten Mahakam Ulu, sebuah daerah terpencil di Provinsi Kalimantan Timur tidak ketinggalan mendapatkan program Makan Bergizi Gratis. (HO/Sekab)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan libatkan TNI dan Polri dalam proses distribusi Makan Bergizi Gratis di daerah terpencil, satu di antaranya Mahakam Ulu. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur atau Disdikbud Kaltim terus melakukan evaluasi meski program Makan Bergizi Gratis belum diterapkan.

Evaluasi ini dilakukan sembari menunggu petunjuk teknis dalam melaksanakan program dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto ini. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Irhamsyah menjelaskan, evaluasi tersebut terkait anggaran pasti untuk pemenuhan kecukupan gizi anak didik di Benua Etam.

Irhamsyah menilai, anggaran yang harus disediakan pasti berbeda di setiap kabupaten dan kota.

“Karena harga pangan di setiap daerah itu berbeda-beda. Kalau di Samarinda Rp10 ribu dapat satu telor, di daerah pelosok Rp10 ribu bisa cuma setengah telor,” ujarnya memberi perbandingan.

Sampai saat ini pusat masih memberikan anggaran Rp10 ribu.

Untuk itu, Pemprov Kalimantan Timur dimungkinkan akan memberikan subsidi tambahan untuk mencukupi kebutuhan Angka Kebutuhan Gizi (AKG).

“Alokasi paling besar nanti di daerah remote (terpencil) terutama di Mahulu. Sebagai contoh saja, kemarin saya cek harga semen Rp130 ribu sampai Rp140 ribu,” ungkapnya. 

“Pangannya juga pasti lebih mahal karena pengiriman logistik tidak semudah di daerah lain,” ujarnya.

Sementara untuk penyediaan bahan MBG, Disdikbud akan melibatkan UMKM.

Sementara untuk daerah remote area (terpencil) mereka akan bekerjasama dengan TNI dan Polri.

“Alat dan bahan akan kita siapkan. Tapi ya itu, kami masih menunggu arahan dari pusat untuk MBG di Kaltim seperti apa,” katanya. (*)