SPPG RAMPUNG – Wakapolres PPU, Kompol Awan Kurnianto. Ia mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam Paser Utara (PPU) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap beroperasi mulai pekan depan. (TITIKNOL.ID/CINDY)
TITIKNOL.ID, PENAJAM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Penajam Paser Utara (PPU) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap beroperasi mulai pekan depan.
Seluruh fasilitas dapur telah rampung 100 persen dan anggaran tahap awal telah dicairkan.
Wakapolres PPU, Kompol Awan Kurnianto, menyatakan bahwa seluruh sarana pendukung kini telah siap digunakan untuk memproduksi serta mendistribusikan makanan bergizi bagi para siswa.
“SPPG Polres sudah siap beroperasi. Pekan depan kita mulai tahap uji coba,” ujar Awan, Rabu (4/2/2026).
Awan menjelaskan, operasional dapur sempat mengalami penundaan akibat adanya koreksi teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Namun, setelah proses penyesuaian tuntas, seluruh kegiatan kini siap dijalankan.
Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), Polres PPU telah menyiagakan sekitar 30 relawan penjamah makanan.
Mereka akan didampingi oleh kepala SPPG, ahli gizi, dan juru masak (chef) profesional.
“Para penjamah makanan sudah terlatih dan tersertifikasi. Untuk sertifikat laik higiene sanitasi, prosesnya sedang berjalan dan nantinya akan diverifikasi oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.
Skema Distribusi dan Target Sasaran Berdasarkan pemetaan bersama Koordinator Wilayah BGN Paser-PPU, program ini menyasar 1.200 siswa yang tersebar di beberapa sekolah, antara lain:
TK Bhayangkari
SDN 038 PPU
SMPN 21 PPU
SMAN 8 PPU
Pada tahap awal uji coba, distribusi akan dilakukan secara terbatas untuk mematangkan ritme kerja tim di lapangan.
“Kami akan mulai dengan 50 peserta didik terlebih dahulu sebagai simulasi. Setelah ritmenya terbentuk, volume produksi akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai target 1.200 porsi per hari,” jelas Awan.
Keamanan Pangan dan Pemberdayaan Lokal Untuk menjamin keamanan konsumsi, SPPG Polres PPU menerapkan sistem food security yang ketat, termasuk uji kelayakan dan penyimpanan sampel makanan.
“Sampel makanan wajib disimpan di freezer. Jika terjadi kendala di lapangan, sampel inilah yang akan menjadi bahan pemeriksaan medis,” tegasnya.
Selain fokus pada gizi, program ini juga berkomitmen memberdayakan ekonomi daerah dengan memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal yang tersedia di pasar-pasar wilayah PPU. (TN01)












