TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Komunitas Orang Jakarta atau KOJA turut menghadiri kegiatan peringatan HUT ke 128 Tahun Kota Balikpapan di Gedung BSCC Dome Center, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kali ini dari KOJA diwakili oleh Bang Erry Dewantha sebagai Wakil Ketua KOJA Balikpapan, Senin (10/2/2025).
Tentu saja KOJA merasa bahagia, hari jadi Kota Balikpapan akan terus memberikan semangat membara membangun Kota Balikpapan.
Kecintaan terhadap Kota Balikpapan tidak terbantahkan, sebagian besar masyarakat orang Jakarta sudah ada yang menetap memilih Kota Balikpapan untuk mencari rezeki hingga tempat tinggal hingga akhir hayat.
“Kami selalu semangat untuk Balikpapan, kubela, kujaga, dan kubangun,” tuturnya.
Perayaan ulang tahun kota telah menjadi agenda wajib di setiap tahunnya.
Selain dari KOJA, terlihat juga ratusan undangan terlihat memadati area BSCC Dome yang menjadi tempat pelaksanaan upacara HUT ke 128.
Pada momen yang spesial ini, rangkaian acara semakin berkesan dengan hadirnya Samsudin Hardjakusumah alias Sam Bimbo, musisi kenamaan Indonesia yang juga merupakan pencipta lagu Hymne Balikpapan.
Dalam kesempatan ini, dirinya menyanyikan langsung lagu Hymne Balikpapan.
Personel dari grup Bimbo tersebut terlihat mengenakan pakaian batik berwarna cerah dan berdiri pada mimbar untuk membawakan lagu ciptaannya tersebut.
Diiringi oleh paduan suara bersama dengan aransemen musik yang syahdu, Sam Bimbo menyanyikan lagu Hymne Balikpapan dengan penuh khusuk dan indah.
Meskipun kini telah berusia ke-82 tahun, ia masih bersemangat. Sesekali, dirinya terlihat mengepalkan tangan pada bagian-bagian lagu yang menggugah perasaan.
Para tamu yang hadir pun turut mendengarkan dengan khidmat dan tenang.
Setelah usai menyanyikan lagu Hymne Balikpapan, riuh tepuk tangan mengantar dirinya turun dari atas mimbar.
Kala itu, sebelum turun dari panggung, ia sempat membungkuk untuk memberikan tanda hormatnya kepada para hadirin.
Awal Mula Munculnya Hymne Balikpapan
Sebagai informasi, lagu Hymne Balikpapan diciptakan sekitar tahun 1990-an. Mengutip dari TribunKaltim.co, saat itu, bukan hanya Sam Bimbo yang datang ke Kota Balikpapan.
Dua saudaranya, Acil dan Jaka Bimbo turut ikut bersama Sam berkeliling Kota Balikpapan.
Trio Bimbo lantas berkeliling Balikpapan sebelum menciptakan lagu Hymne Balikpapan.
Kisah di balik penciptaan Hymne Balikpapan ini disampaikan oleh Edi Winarto pada 2015.
Waktu itu, ia masih menjabat sebagai Kepala bidang Bimas dan Wasdal DKPP Balikpapan.
Sebelumnya, Edi Winarto berdinas di Bappeda Balikpapan.
Edi Winarto menyebutkan bahwa Sam, Acil dan Jaka Bimbo harus beberapa kali mengelilingi wilayah Balikpapan melalui jalur udara menggunakan helikopter.
Hotel Adika Bahtera (namanya ketika itu) menjadi saksi dari pembuatan Hymne Balikpapan, sebab inilah satu-satunya hotel yang mempunyai lokasi pendaratan helikopter di Balikpapan.
Selama setengah tahun, Trio Bimbo melakukan landing maupun take-off hanya di atas menara Hotel Bahtera demi berkeliling kota untuk menciptakan Hymne Balikpapan.
“Untuk menciptakan lagu yang sesuai dengan kondisi alam Balikpapan, penulis lagu yaitu grup band Bimbo harus keliling Balikpapan.”
“Dulu Menara Bahtera satu-satunya hotel yang digunakan untuk melakukan pendaratan. Helikopter untuk menjelajahi bumi Balikpapan hingga sang pencipta lagu bisa menulis liriknya,” papar Edi.
Anggaran yang digunakan untuk membuat lagu khas Balikpapan pada waktu itu mencapai Rp25 juta.
Anggaran tersebut tidak termasuk biaya penulisan lagu. “Dulu Bappeda menganggarkan Rp25 juta untuk penulisan satu lagu yang mencerminkan Balikpapan,” tambahnya.
Adapun penulisan lirik “antara hutan, bukit dan lautan, ” merupakan hasil dari pemetaan dan juga pengamatan melalui helikopter yang dilakukan sang penulis waktu itu.
Secara geografis, Kota Balikpapan memang berada diantara hutan, bukit, dan lautan.
“Balikpapan merupakan satu-satunya kota yang memiliki hutan lindung di dalam kota, yaitu hutan sungai Wain,” beber Edi.
Lirik “Bersih, Indah, Aman dan Nyaman” mencerminkan tahapan dalam membangun kota Balikpapan.
Pada awal Kota Balikpapan terbentuk, pemerintah membuat konsep agar kota selalu bersih.
Kemudian dapat indah dipandang dan dirasakan. Lantas, aman dan nyaman merupakan dampak dari terciptanya kota yang bersih dan indah.
“Balikpapan sudah banyak mendapatkan penghargaan sebagai kota yang bersih dan rapi, tinggal meneruskannya untuk menciptakan suasana yang indah, membuatnya menjadi aman sehingga nyaman dihuni,” ujarnya. (*)












