Penajam

Panen Raya Padi di PPU Capai 13.000 Ton, Bulog Hanya Mampu Serap 700 Ton

500
×

Panen Raya Padi di PPU Capai 13.000 Ton, Bulog Hanya Mampu Serap 700 Ton

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan memasuki masa panen raya padi pada Maret mendatang dengan perkiraan produksi mencapai 13.000 ton gabah atau setara dengan 6.000 ton beras.

Namun, serapan Bulog terhadap hasil panen ini sangat terbatas, yakni hanya 700 ton.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) PPU, Gunawan, mengatakan bahwa kuota serapan Bulog untuk Kalimantan Timur (Kaltim) hanya 1.797 ton, di mana PPU mendapat bagian 700 ton yang juga dibagi dengan Kabupaten Paser.

“Jumlah ini sangat kecil dibandingkan produksi panen yang ada,” ujar Gunawan, Senin (18/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025, harga gabah dipatok Rp6.500 per kilogram.

Namun, kualitas gabah di PPU belum memenuhi standar yang ditetapkan Bulog.

“Jika penggilingan tidak mau membeli karena kualitasnya, seharusnya pemerintah yang mengambil peran. Ini menjadi persoalan besar karena petani masih kurang memperhatikan kualitas panennya,” jelasnya.

Menurutnya, Bulog hanya menerima beras dengan kadar air maksimal 14 persen, butir patah (broken) maksimal 20 persen, dan menir maksimal 2 persen.

“Kalau melihat kondisi saat ini, beras kita justru lebih mendekati kategori premium,” tambahnya.

Gunawan juga menyoroti perbedaan kondisi pertanian di Kaltim yang seharusnya mendapat perlakuan khusus agar tidak merugikan petani.

“Kita ingin tetap mengamankan hasil petani. Harus ada toleransi dalam aturan ini,” katanya.

Kondisi gabah yang tidak terserap Bulog berpotensi menimbulkan efek domino di sektor pertanian.

Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras) yang menerima gabah dari petani pun kesulitan membayar karena terbatasnya pasar.

“Jika petani tidak mendapatkan bayaran yang layak, mereka enggan melakukan percepatan tanam, yang akhirnya bisa berdampak pada produksi berikutnya,” terangnya.

Baca Juga:   390 Ha Lahan Korban Puso di Babulu PPU Akan Dapat Bantuan BNPB

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah telah mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di PPU untuk membeli dan mengonsumsi beras lokal guna membantu menyerap hasil panen petani.

“Langkah ini diharapkan bisa sedikit membantu mengatasi permasalahan yang ada,” pungkasnya. (TN01)