Penajam

241 Guru Honorer PPU Kembali Mengajar Lewat Program PJLP, Sekolah Tak Lagi Kekurangan Pengajar

477
×

241 Guru Honorer PPU Kembali Mengajar Lewat Program PJLP, Sekolah Tak Lagi Kekurangan Pengajar

Sebarkan artikel ini
Ratusan tenaga honorer di Kabupaten PPU yang terdampak aturan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) diarahkan untuk segera mendaftar melalui sistem PJLP (istimewa)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Sebanyak 241 guru honorer di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya kembali mengajar setelah diakomodasi dalam program Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP).

Langkah ini diambil oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sekolah-sekolah.

Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, mengatakan bahwa program PJLP menjadi solusi bagi para guru honorer yang sebelumnya tidak aktif mengajar akibat status mereka yang sempat dirumahkan.

“Mereka kini kembali mengajar. Ini bukan sesuatu yang diada-adakan, karena seluruh Indonesia juga menghadapi hal serupa. Oleh karena itu, solusi ini sangat kami harapkan agar sekolah tidak sampai kekurangan pengajar,” ujarnya, Rabu (19/2/2025).

Andi menekankan bahwa kehadiran guru-guru tersebut sangat dibutuhkan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif di sekolah-sekolah.

Tanpa kehadiran mereka, sekolah bisa menghadapi kendala besar dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Bisa dibayangkan kalau satu SD memiliki enam kelas, tapi hanya ada satu guru dan kepala sekolah yang bertugas. Tentu ini tidak akan mampu menanggulangi proses belajar mengajar,” jelasnya.

Saat ini, para guru honorer tersebut telah mengurus administrasi mereka agar bisa segera kembali bertugas di sekolah masing-masing.

“Mereka sudah mengurus administrasinya, mudah-mudahan semuanya lancar. Karena terus terang, kami sangat membutuhkan tenaga mereka untuk mendidik anak-anak kita,” katanya.

Andi juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan guru untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

“Kalau kita kekurangan guru, apakah harus meliburkan sekolah? Bagaimana nasib anak bangsa ini? Bahkan untuk bulan Ramadan saja, kita sudah mengurangi jam belajar,” tegasnya.

Dengan kembalinya para guru honorer ke sekolah, Andi berharap peserta didik bisa mendapatkan transfer ilmu yang baik dari para tenaga pendidik yang kompeten. Dengan begitu, kualitas pendidikan di PPU tetap terjaga dan berjalan secara optimal. (*/)