Nasional

Prabowo Luncurkan Danantara, Super Holding BUMN dengan Aset Rp14.710 Triliun

588
×

Prabowo Luncurkan Danantara, Super Holding BUMN dengan Aset Rp14.710 Triliun

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat menekan tombol peluncuran Danantara Indonesia bersama Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Senin (24/2/2025).(Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Senin (24/2/2025).

Lembaga ini digadang-gadang menjadi super holding yang akan mengelola seluruh aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pada tahap awal, Danantara menaungi tujuh BUMN besar, yakni PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT PLN, PT Pertamina, PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Telkom Indonesia, dan PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID).

Namun, informasi terbaru menyebutkan bahwa Danantara akan mengelola seluruh aset BUMN.

Regulasi dan Struktur Organisasi

Dalam peluncurannya, Prabowo menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, serta Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 mengenai organisasi dan tata kelola badan pengelola investasi.

Selain itu, Prabowo juga menetapkan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 terkait pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Danantara.

Investasi Jumbo dan Fokus Proyek Strategis

Presiden Prabowo menyebut bahwa pada gelombang pertama, Danantara akan mengelola investasi senilai US$20 miliar yang akan dialokasikan ke 20 proyek strategis bernilai miliaran dolar. Fokus investasi ini meliputi:

  • Hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga
  • Pembangunan pusat data dan kecerdasan buatan (AI)
  • Kilang minyak dan pabrik petrokimia
  • Produksi pangan dan protein akuakultur
  • Energi baru terbarukan (EBT)

“Inilah sektor-sektor yang akan menentukan masa depan kita, ketahanan, dan kemandirian bangsa,” tegas Prabowo.

Danantara, Super Holding dengan Aset Rp14.710 Triliun

Jika merujuk pada tujuh BUMN yang tergabung, total aset yang dikelola Danantara diperkirakan mencapai Rp9.000 triliun pada tahap awal.

Namun, evaluasi awal menunjukkan bahwa badan ini memiliki Aset Dalam Pengelolaan (AUM) lebih dari US$900 miliar, atau setara dengan Rp14.710 triliun (kurs Rp16.345/US$).

Baca Juga:   Insiden di Polres Tarakan, Pangdam VI/Mulawarman: Murni Kesalahpahaman, Situasi Kondusif

Dengan dana kelolaan sebesar itu, Danantara akan menjadi salah satu Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia, berada di peringkat ketujuh, mengungguli:

  • SWF Qatar (US$526,05 miliar)
  • SWF Hong Kong (US$514,35 miliar)
  • GIC Private Limited Singapura (US$800,8 miliar)

“Danantara akan menginvestasikan sumber daya alam dan aset negara kita ke dalam proyek-proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan,” jelas Prabowo.

Era Baru Tata Kelola BUMN

Prabowo menegaskan bahwa pembentukan Danantara menandai era baru bagi BUMN.

Ia menekankan bahwa Danantara bukan hanya sekadar entitas bisnis, tetapi juga merupakan aset nasional yang akan menjadi agen pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Danantara diharapkan beroperasi dengan standar tinggi dalam hal tata kelola, transparansi, inovasi teknologi, serta disiplin keuangan.

Dengan peluncuran Danantara, Indonesia kini memiliki instrumen investasi yang kuat untuk mengoptimalkan aset BUMN dan menarik investasi global, guna mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (*)