Samarinda

Reaksi Pemkot soal Jembatan Mahakam Samarinda Ditutup oleh Dishub Kaltim

539
×

Reaksi Pemkot soal Jembatan Mahakam Samarinda Ditutup oleh Dishub Kaltim

Sebarkan artikel ini
TONGKANG TABRAK JEMBATAN - Kali ini terjadi lagi kecelakaan air di Sungai Mahakam, Kota Samarinda yakni kapal menabrak pilar Jembatan Mahakam. Pilar Jembatan Mahakam ditabrak Kapal Tongkang bernama lambung Indosukses 28 yang ditarik Tugboat (TB) MTS 28 pada Minggu 16 Februari 2025.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Jembatan Mahakam yang membentang di atas Sungai Mahakam Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur ditutup sementara bagi sejumlah kendaraan bermotor. 

Usai insiden tabrakan dengan tongkang bermuatan kayu pada Minggu 16 Februari 2025 lalu, Jembatan Mahakam I di Samarinda akan ditutup sementara.

Tentu saja hal ini untuk menjalani proses investigasi oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Diketahui, pilar ketiga Jembatan Mahakam tersebut kerap menjadi sasaran, ditabrak, dalam beberapa tahun terakhir telah ditabrak oleh tongkang sebanyak 22 kali. 

Insiden terbaru ini mendorong keputusan untuk menutup jembatan selama dua pekan guna memastikan keamanan serta melakukan investigasi lebih lanjut terhadap dampak yang ditimbulkan.

Sebagai dampak dari penutupan ini, arus lalu lintas akan dialihkan sepenuhnya ke Jembatan Mahakam IV, yang saat ini membentang di samping Jembatan Mahakam lama.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim tengah menyiapkan berbagai perangkat pengaman jalan seperti barrier dan rambu-rambu portabel untuk memastikan kelancaran lalu lintas, terutama di titik-titik putaran jalan (U-turn) di sekitar PLN Sungai Kunjang dan Taman Pesut Samarinda Seberang.  

Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dishub Kota juga turut berperan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda Didi Zulyani menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemprov Kaltim. 

“Kami mengikuti arahan dari Dishub Kaltim dan siap membantu dengan menyiapkan barrier serta kebutuhan lain yang diperlukan dalam pengaturan rekayasa lalu lintas,” ungkapnya usai menghadiri konfresensi pers di Kantor Diskominfo Kaltim pada Selasa (25/2/2025).

Kata Didi, sambil menunggu hasil investigasi Jembatan Mahakam I, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Satlantas Polresta Samarinda. 

Baca Juga:   Komisi II Dorong Belanja Infrastruktur Vital Kota

Dirinya menegaskan bahwa Pemkot Samarinda sepenuhnya mendukung langkah-langkah yang diambil guna menjamin keselamatan masyarakat selama masa investigasi berlangsung.  

“Kami tentu mendukung kegiatan yang ada, semoga tidak ada hambatan,” tutur Didi. 

Dengan adanya pengalihan arus ini, pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rambu-rambu lalu-lintas yang telah dipasang demi kelancaran perjalanan. (*)