Penajam

Bankeu Masih Tertinggal Dibanding Daerah Lain, Bupati PPU Harap Gubernur Baru Beri Perhatian Lebih

325
×

Bankeu Masih Tertinggal Dibanding Daerah Lain, Bupati PPU Harap Gubernur Baru Beri Perhatian Lebih

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor saat memberikan sambutan di acara Ramadhan Fast rangkaian peringatan HUT PPU.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menyoroti ketimpangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) daerahnya yang 90 persen bergantung pada dana bagi hasil, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih di bawah 10 persen.

Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Ramadhan Fest, Kamis (13/3/2025).

Ia mengungkapkan bahwa PPU membutuhkan perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), terutama dalam hal Bantuan Keuangan (Bankeu) yang dinilai masih kecil dibandingkan daerah lain.

“Paser mendapatkan Bankeu lebih dari Rp500 miliar, Samarinda hampir Rp1 triliun. Saya yakin dengan terpilihnya Gubernur baru yang memahami perjuangan pemekaran PPU, perhatian khusus akan diberikan kepada kami,” ujar Mudyat Noor.

Menurutnya, Pemprov Kaltim seharusnya bertindak sebagai orang tua bagi seluruh kabupaten/kota di wilayahnya, sehingga pembagian bantuan lebih adil dan merata.

“Ibaratnya Kaltim sebagai orang tua kami, maka anaknya ini juga ingin mendapat perhatian yang sama seperti saudara lainnya. Terlebih di usia ke-23 tahun ini, PPU ibarat dewasa muda yang masih mencari arah dan kepastian,” jelasnya.

Ia berharap Gubernur Kaltim yang baru dapat memberikan kebijakan yang lebih berpihak pada PPU, mengingat daerah ini masih membutuhkan bimbingan dan dukungan dalam pembangunan serta penguatan keuangan daerah.

Diketahui, APBD PPU selama ini sangat bergantung pada dana bagi hasil, sementara sumber PAD masih terbatas.

Ketimpangan ini membuat pembangunan daerah kurang optimal dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltim.

Mudyat Noor optimistis bahwa dengan adanya perhatian khusus dari Pemprov, PPU dapat berkembang lebih pesat dan mandiri di masa depan.

Dengan adanya pemimpin baru di Provinsi Kaltim, harapan besar pun disematkan agar PPU bisa mendapat porsi yang lebih layak dalam pembagian anggaran dan dukungan pembangunan. (Advertorial/TN01)