BalikpapanTitiknolKaltim

Alasan Angkutan Kapal Laut di Kaltim jadi Favorit Ketimbang Pesawat pada Lebaran 2025

565
×

Alasan Angkutan Kapal Laut di Kaltim jadi Favorit Ketimbang Pesawat pada Lebaran 2025

Sebarkan artikel ini
MUDIK LEBARAN 2025 - Foto ilustrasi angkutan umum jalur perairan. Arus mudik tahun 2025 ini sepertinya calon penumpang lebih memilih transportasi air ketimbang udara. Catatan dari pihak bandara dibandingkan dengan kapal laut, terungkap, penumpang kapal lebih banyak. 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Arus mudik ini sepertinya calon penumpang lebih memilih transportasi air ketimbang udara. Catatan dari pihak bandara dibandingkan dengan kapal laut, terungkap, penumpang kapal lebih banyak. 

Ada indiktor yang sebabkan para pemudik menjatuhkan pilihan pada angkutan perairan laut ketimbang pesawat terbang. 

Efisiensi anggaran yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 01 tahun 2025 diklaim menyebabkan penurunan jumlah penumpang harian yang bepergian dari dan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Hal ini dijelaskan melalui Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Maeka Rindra Hariyanto pada Kamis (20/3/2025). 

Sebagaimana diketahui pemangkasan terbesar dalam efisiensi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diberlakukan untuk perjalanan dinas.

Maeka Rindra Hariyanto, mengatakan sebelum efisiensi penumpang harian melalui bandara yang berada di Jalan Poros Samarinda-Bontang itu bisa mencapai sekitar 3.000 orang per hari. 

Namun saat ini jumlah penumpang tersebut menurun menjadi sekitar 1.500 orang per hari. 

“Pergerakan penumpang harian terjadi penurunan. Tapi kita harus hitung dulu penurunannya berapa persen,” ujar Maeka.

 Alhasil saat ini pergerakan sejumlah maskapai dari dan ke APT Pranoto juga dikatakannya berkurang.

“Misal ada yang biasa 3 kali, sekarang hanya 2 kali sehari dengan total penumpang 180 orang sekali berangkat. Jadi hanya ada 360 penumpang per hari,” bebernya.

Kendati demikian pihaknya berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara APT Pranoto.

Dalam waktu dekat pihaknya bersama stakeholder terkait akan menyediakan posko untuk memastikan kelancaran operasional selama mudik lebaran 2025.

Dikonfirmasi terpisah, Plt. Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah menegaskan sejatinya efisiensi hanya untuk perjalanan dinas di lingkup pemerintahan.

Baca Juga:   Kios Penyeimbang di Balikpapan Bukan untuk jadi Saingan Bagi Pedagang

Oleh sebab itu seharusnya tidak berdampak apapun pada perjalanan masyarakat umum.

“Kami belum memastikan apakah memang terjadi penurunan penumpang di Bandara APT. Cuma pastinya efisiensi harusnya tidak memengaruhi perjalanan masyarakat,” singkat Irhamsyah.

Tiket Kapal Lebih Murah

Kondisi sebaliknya terlihat di Pelabuhan Samarinda di jalan Yos Sudarso terlihat mulai meningkat.

Ratusan pemudik telah diberangkatkan menuju Parepare para Rabu 20 Maret 2025. 

Para pemudik mengaku menggunakan transportasi kapal laut ini lantaran lebih murah dan tidak ribet pada saat membawa barang yang lebih banyak, ketimbang harus mengunakan transportasi jenis lainnya. 

Salah satu penumpang bernama Solihin (43) yang pulang ke daerah Parepare menyampaikan rasa bahagia bisa pulang kampung setelah enam tahun merantau di Samarinda.

“Saya asal dari Parepare, memang mau pulang kampung sama anak istri. Sudah enam tahun saya di Samarinda belum pulang-pulang. Kalau naik kapal (harga tiket) lebih murah, barang bawaan juga bisa lebih,” ujarnya. 

“Kalau pesawat mahal, apalagi bawa barang banyak. Kalau kapal, lebih santai, bawa barang juga tidak terlalu ribet,” imbuhnya.

Jamaludin, selaku operasional pelabuhan saat ditemui di Pelabuhan Samarinda mengatakan, meski tahun ini tidak ada program mudik gratis, namun antusiasme penumpang cukup tinggi. 

“Mudik gratis hanya ada di Balikpapan dan Bontang, untuk Samarinda tidak ada,” ujar Jamaludin.

Jamaludin mengungkapkan bawah Penumpang yang dengan tujuan Samarinda-Parepare dengan mengunakan kapal Queen Soya hanya kapasitas 1.600 penumpang.

Namun, saat ini jumlah penumpang yang berangkat baru mencapai sekitar 800 orang, atau setengah dari kapasitas kapal. 

“Saat ini masih belum terlalu padat, tapi kemungkinan jumlahnya akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Jamaludin menambahkan untuk di Pelabuhan Samarinda sediri, lonjakan jumlah penumpang akan mulai terasa pada 23 Maret, dan puncaknya pada tanggal 25 hingga 27 Maret. (*)

Baca Juga:   Rudy Mas'ud Klaim Dukungan Jokowi Jadi Kunci Kemenangan di Pilkada Kaltim