Bontang

DPRD Bontang Desak Investigasi Transparan atas Pencemaran Perairan, PT EUP Diduga Penyebab Limbah

384
×

DPRD Bontang Desak Investigasi Transparan atas Pencemaran Perairan, PT EUP Diduga Penyebab Limbah

Sebarkan artikel ini
Anggota Dewan Muhammad Sahib

TITIKNOL.ID, BONTANG – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Bontang pada Kamis (27/3/2025) menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3), serta perwakilan PT Energi Unggul Persada (EUP).

Rapat ini membahas pencemaran lingkungan di perairan Bontang dan Kutai Kartanegara (Kukar) yang menyebabkan kematian ikan dan merugikan nelayan setempat.

Anggota DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menegaskan pentingnya transparansi dalam investigasi pencemaran tersebut.

Ia meminta agar semua pihak bersikap jujur agar RDP menghasilkan solusi konkret.

“Kalau pertemuan ini mau baik, kiranya kita harus jujur. Kalau tidak jujur, sampai kapan pun rapat ini tidak akan menemukan hasil,” tegas Sahib.

Sahib, yang turun langsung ke lokasi pencemaran, menyatakan bahwa limbah yang mencemari perairan Bontang dan Kukar berasal dari PT EUP.

Dirinya bahkan membandingkan dengan perusahaan lain di sekitar lokasi yang tidak menghasilkan limbah serupa.

“Saya minta maaf kalau mendahului kesimpulan rapat ini, tapi ini adalah limbah dari PT EUP. Indominco tidak menimbulkan limbah seperti ini, PT Graha juga tidak, dan PT Badak terlalu jauh untuk mempengaruhi perairan di sini. Tidak ada perusahaan lain yang memproduksi minyak selain PT EUP,” ujar Sahib sambil menunjukkan bukti foto pencemaran.

Ia juga menegaskan bahwa jika ada kesalahan dalam pengelolaan limbah, maka harus segera diperbaiki demi kelestarian lingkungan Bontang.

“Kita harus mencari solusi bersama. Lingkungan harus tetap lestari, dan para nelayan harus tetap bisa mencari ikan agar tidak kehilangan mata pencaharian,” pungkasnya. (TN02)