TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda terus berproses, rencananya para pedagang akan direlokasi dari tempat sementara ke lokasi pasar ini yang baru direvitalisasi.
Dijadwalkan, pemindahan pedagang ke Pasar Pagi Samarinda yang baru akan berlangsung pada akhir Mei tahun 2025 ini.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun di Samarinda, Kalimantan Timur yang dikutip Titiknol.id pada Minggu (6/4/2025).
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan bahwa pemindahan pedagang ke bangunan baru akan dimulai akhir Mei 2025.
Dan tentu saja aktivitas pasar ditargetkan aktif penuh pada Juni 2025.
Walikota Andi Harun menyebut, relokasi akan diprioritaskan bagi pedagang lama yang mengantongi Surat Keterangan Tempat Usaha dan Berjualan (SKTUB).
“Dari kita, akhir bulan 5 (Mei) penempatan pedagang lama yang memiliki SKTUB. Juni sudah bisa berjalan,” kata Walikota Samarinda, Andi Harun.
Sejak proyek revitalisasi dimulai, lebih dari 2.800 pedagang terpaksa berjualan di tempat sementara.
Sementara bangunan baru terus dibangun dan dilengkapi, termasuk penambahan fasilitas seperti eskalator, lift, hingga fasad modern.
Pemkot Samarinda mencatat progres pembangunan sudah mencapai 96,74 persen per Januari 2025, menyisakan sedikit penyempurnaan teknis.
Sebelumnya, Assisten II Ekonomi Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy menyatakan bahwa tambahan waktu tersebut dibutuhkan demi memastikan kualitas dan kesiapan seluruh fasilitas berjalan optimal.
“Kami tidak ingin pekerjaan ini dikerjakan asal cepat tanpa memperhatikan kualitas. Kita ingin pedagang dan pengunjung nantinya bisa menikmati hasil pembangunan yang benar-benar bagus dan sesuai kontrak,” katanya.
Selain itu, Marnabas juga memastikan bahwa Pasar Pagi yang baru akan memiliki lahan parkir yang memadai di bagian belakang pasar untuk mendukung kenyamanan pedagang dan pengunjung.
Mengingat selama ini, Pasar Pagi Samarinda terkendala soal parkir yang tak jarang dikeluhkan oleh pengunjung.
Terakhir, Marnabas juga menegaskan bahwa selama pedagang belum pindah ke lokasi baru, mereka tidak akan dikenakan biaya apapun.
Jika ada pihak yang mencoba memungut biaya, Pemkot meminta agar segera dilaporkan.
Perlu digarisbawahi, bahwa selama pedagang belum menempati Pasar Pagi, mereka tidak perlu membayar sewa apa pun.
“Itu semua menjadi tanggungan Pemkot, kami kan sudah komitmen dari awal. Jika ada yang memungut biaya, laporkan ke saya, karena itu tidak boleh,” bebernya. (*)












