TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pihak Pemprov Kalimantan Timur masih belum bisa menentukan jawaban soal status pengelolaan Rumah Sakit Islam di Samarinda.
Muncul wacana, pengelolaan Rumah Sakit Islam Samarinda akan dikelola oleh Pemprov Kalimantan Timur melalui Perusda tetapi ada juga yang usulkan dikelola pihak yayasan saja.
Sejauh ini belum ada keputusan resmi.
Dijelaskan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji yang dikutip Titiknol.id pada Minggu (6/4/2025).
Seno Aji memastikan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda akan segera beroperasi pada tahun 2026.
Delapan tahun sempat tak beroperasi rumah sakit yang berada di Jalan Gurami, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda itu dalam masa penyelesaian renovasi.
Selain itu, Pemprov Kaltim juga tengah menentukan pengelolaan apakah akan diambil alih oleh perusahaan daerah (Persuda) atau masih di bawah naungan yayasan.
“Kita sedang mencari metode yang pas apakah masih dengan yayasan atau Perusda. Apapun itu yang penting pengelolaannya profesional. Insyaallah tahun depan (2026) sudah bisa beroperasi,” beber Seno Aji.
Sebelumnya, pada akhir 2024 lalu Ketua Yayasan RSI Samarinda, Rita Artaty Barito menyatakan saat ini mereka masih fokus pada proses renovasi.
Sebab setelah lama terbengkalai banyak sisi bangunan dan peralatan kesehatan yang rusak dan hilang.
“Bangunan ini juga kan sudah banyak yang rusak jadi perlu perbaikan karena lama tidak digunakan sejak dari tahun 2016,” bebernya.
Keseriusan akan dibuka kembalinya RSI terlihat dari adanya perekrutan sekitar 150 tenaga kesehatan.
“Insya Allah juga ada dokter yang bergabung sekitar 40-an orang,” sebutnya
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kaltim karena keterlambatan dalam operasional rumah sakit.
“Memang kami tidak bisa memberikan target waktunya kapan kembali beroperasi karena takutnya molor lagi,” ujarnya.
“Tapi semoga secepatnya RSI dapat melayani masyarakat kembali,” kata Rita Artaty Barito. (*)












