Penajam

Harga Gabah Naik, Petani PPU Didorong Percepat Tanam untuk Kejar Swasembada Pangan

500
×

Harga Gabah Naik, Petani PPU Didorong Percepat Tanam untuk Kejar Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Penetapan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram memberi angin segar bagi petani di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kenaikan harga ini menjadi motivasi baru bagi para petani untuk menggenjot produksi.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto mengatakan, kondisi tersebut mendorong percepatan pengolahan lahan dan tanam padi di berbagai wilayah pertanian di PPU.

“Sampai saat ini, ada sebagian petani yang masih mengolah lahan, sebagian sudah menanam, dan sebagian lainnya bersiap panen,” ujar Andi saat dikonfirmasi, Kamis (10/4/2025).

Ia mengimbau petani agar segera kembali mengolah lahan pascapanen demi mempercepat siklus tanam.

Targetnya, awal Mei nanti tanaman padi sudah memasuki masa panen.

“Kalau bisa, maksimal di awal Mei, kita sudah panen. Itu akan sangat baik untuk keberlangsungan stok dan pendapatan petani,” katanya.

Andi juga menjelaskan bahwa Distan PPU menjalin kolaborasi dengan jajaran TNI dan unsur terkait lainnya dalam rangka mendukung percepatan pertanaman, terutama di sektor tanaman pangan.

“Kami hadir bersama TNI untuk memberikan support langsung kepada petani. Harapannya, ini akan mempermudah langkah kita menuju swasembada pangan,” tegasnya.

Terkait kekhawatiran akan gagal panen akibat curah hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir, Andi memastikan kondisi tersebut masih dalam batas aman.

“Kalau untuk gagal panen, sepertinya tidak. Sebagian besar sawah kita masih bergantung pada tadah hujan. Petani langsung mengolah dan menanami lahannya tanpa kendala berarti,” jelasnya.

Ia berharap dengan dukungan harga gabah yang baik dan semangat petani yang tinggi, target peningkatan produksi dan ketahanan pangan di PPU bisa segera tercapai. (Advertorial/TN01)