Penajam

Musim Tanam Periode ke-2 Lambat, Dinas Pertanian PPU Prediksi Hasil Panen Tak Maksimal

571
×

Musim Tanam Periode ke-2 Lambat, Dinas Pertanian PPU Prediksi Hasil Panen Tak Maksimal

Sebarkan artikel ini
Ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten PPU yang belum dipanen pada MT 1 (TITIKNOL.ID/CINDY)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Tersisa 1.400 hektare lahan padi yang belum melaksanakan panen musim tanam pertama dari total luas 6.800 hektare di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan menyebut luas ini tidak sampai seperempatnya, hanya sisa sedikit lagi saja.

Sementara itu, pihaknya tengah mengejar musim tanam kedua yang menurutnya sudah terlampau lambat.

“Kita mengejar lagi percepatan tanam. Kita sudah terlambat karena harusnya di musim tanam kedua (MT 2) ini sudah memasuki usia 1,5 bulan,” kata Gunawan, Kamis (10/4/2025).

Seharusnya musim tanam di bulan kedua sudah bisa dilaksanakan pada bulan Februari.

Gunawan menjelaskan pemahaman petani terhadap kalender tanam masih belum terbiasa dengan indeks pertanaman (IP) 300, yakni pola tanam padi sebanyak tiga kali dalam satu tahun.

Ditambah, intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada tanaman padi di lahan persawahan.

“Hari hujan ini saya menyimpulkan dampaknya berkaitan dengan padi yang sudah tua ada yang roboh, kemudian kita akhirnya gagal untuk menebar benih padahal sudah digarap,” kata Gunawan.

Di bulan Maret, garapan lahan baru 58 hektare.

“Sekarang ini sudah bulan April, sudah terlambat. Sementara MT 2 itu habisnya di bulan Mei,” katanya.

Lebih lanjut, Gunawan memprediksi hasil sepenuhnya tidak maksimal karena MT 2 terlambat hampir dua bulan.

“Target daerah sebenarnya hanya 48.000 ton, tetapi target pusat berkaitan dengan luas lahan kita serta IP menjadi 250, menjadi lumayan banyak sekitar 70.000 ton,” ungkap Gunawan.

Namun demikian pihaknya bakal terus mengupayakan dengan terus mendorong para petani untuk melakukan percepatan tanam sehingga bisa mencapai hasil yang maksimal. (Advertorial/TN01)