TITIKNOL.ID – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, melakukan kunjungan kerja ke China pada Senin (14/4/2025), dengan salah satu agendanya mengunjungi Beijing Municipal Administrative Center (BMC).
Di lokasi, Eddy meninjau miniatur tata kota dan mendengarkan penjelasan mengenai konsep pengembangan kawasan tersebut.
Dalam pantauannya, Eddy mencermati tata kota BMC yang dipenuhi dengan area hijau, taman hutan, hingga jalur air Grand Kanal Beijing.
Gedung-gedung perkantoran yang berdiri pun terlihat modern dan dipadukan dengan pepohonan rindang, mencerminkan kawasan yang dirancang berbasis lingkungan.
Ia menilai konsep tata kota yang diterapkan BMC dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Indonesia.
Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari konsep dan pelaksanaan kota ramah lingkungan seperti yang diterapkan di Beijing.
“Dalam pengembangan IKN, saya kira banyak yang bisa dipertukarkan dari aspek konsep dan pelaksanaan. Apalagi, IKN mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan, bahkan nantinya akan membatasi kendaraan bermotor dan mengedepankan kendaraan listrik,” ujar Eddy.
Tak hanya dari sisi ruang hijau dan transportasi, Eddy juga menyoroti pengelolaan air di kawasan BMC yang dinilai efisien dan berkelanjutan.
Disebutkan, sekitar 70 persen air di kawasan tersebut telah didaur ulang dan dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan.
Ia menyebut konsep ini penting untuk dicontoh mengingat tantangan ketersediaan air bersih ke depan.
“Kawasan ini ditata sedemikian rupa, aspek hijaunya ada, airnya ada, dan daur ulang air juga diterapkan secara masif,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Eddy mengapresiasi keberhasilan Beijing dalam mengintegrasikan berbagai sektor dalam satu kawasan, mulai dari administrasi pemerintahan, bisnis, pendidikan, hingga hiburan seperti Universal Studios.
Kawasan ini dirancang untuk mengurai kepadatan kota Beijing dan hanya berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota.
“Ini adalah proyek besar untuk memindahkan sebagian aktivitas kota ke wilayah yang baru tumbuh. Kawasan ini akan menjadi pusat baru yang menyatu dengan alam dan efisien secara energi,” tutur Eddy.
Ia pun menegaskan bahwa hasil dari kunjungan kerja selama 14–17 April ini akan dirangkum dan disampaikan ke pemerintah Indonesia, baik ke kementerian terkait maupun institusi lainnya, sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan IKN ke depan. (*)












