Bontang

Makam Penuh di Bontang Kuala, Warga Minta Pemerintah Realisasikan Lahan Pemakaman Baru

352
×

Makam Penuh di Bontang Kuala, Warga Minta Pemerintah Realisasikan Lahan Pemakaman Baru

Sebarkan artikel ini
Pemakaman di BK penuh warga mengharapkan adanya tempat pemakaman baru

TITIKNOL.ID, BONTANG – Puluhan warga, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) berkumpul di depan area pemakaman Muslim Bontang Kuala (BK), Rabu (7/5/2025).

Mereka menyuarakan keresahan atas penuhnya lahan pemakaman di kawasan tersebut.

Sejumlah ormas yang hadir di antaranya Laskar Borneo Nusantara (LBN), Kerukunan Keluarga Besar Asli Bontang (KKBAB), Perkumpulan Pemuda Kalimantan (PPK), Lembaga Adat Kelurahan Guntung, serta Keluarga Jubah Hitam Gepak Kalimantan.

Mereka mendesak pemerintah agar segera menyediakan lahan pemakaman baru.

H. Samsudin Mas’ud, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Kerukunan Warga Bajo Bontang, menyebut kondisi makam di Bontang Kuala sangat memprihatinkan.

“Di wilayah saya, Bontang Kuala, lahan makam sudah sangat penuh. Banyak yang ditumpuk, mulai dari nenek, anak, cucu, semua satu liang. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan H. Johansa Latif, pengurus KKBAB sekaligus Wakil Sekretaris Lembaga Adat Kota Bontang.

Ia menekankan pentingnya realisasi pembebasan lahan makam oleh pemerintah.

“Saya mewakili KKBAB dan Lembaga Adat Kota Bontang, mendesak pemerintah untuk segera membebaskan tanah makam. Ini rumah masa depan kami, dan masyarakat sudah sangat membutuhkan,” ujarnya.

Johansa menambahkan bahwa masyarakat sebenarnya telah menyiapkan lokasi alternatif untuk lahan pemakaman di Jalan Pupuk Raya, dekat SMK Negeri 1 Bontang.

Lahan seluas empat hektare itu tinggal menunggu tindak lanjut dari pemerintah kota.

“Setiap orang pasti membutuhkan tempat peristirahatan terakhir. Kami berharap pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif, bisa segera merealisasikan harapan ini,” harap Johansa.

Warga menegaskan bahwa pemakaman di Bontang Kuala sudah tidak layak digunakan karena padat dan tumpang tindih.

Mereka meminta pemerintah agar segera merespons keluhan masyarakat demi kebutuhan jangka panjang. (TN02)