TITIKNOL.ID, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menjadikan program mental health sebagai salah satu bagian dari 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Pemkot menggelar Seminar Bontang Mental Health untuk para kepala SD/MI se-Kota Bontang, Kamis (15/5/2025), di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.
Seminar ini menghadirkan narasumber Reni Murni, CMHA, CBA, CHt, CT, NLP, yang dikenal sebagai life changing inspirator. Mengusung tema “SMPS Life Changing: Merangkul Jiwa, Merubah Hidup, Mewujudkan Harapan”.
Kegiatan ini bertujuan membangun semangat para kepala sekolah untuk menerapkan program kesehatan mental di lingkungan sekolah masing-masing.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM, Drs. Asdar Ibrahim, menyampaikan pentingnya pemahaman tentang kesehatan mental sejak dini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
”Aspek mental health harus dipahami dan diterapkan oleh para kepala sekolah, agar mampu menumbuhkan potensi diri sendiri maupun peserta didik,” ujar Asdar di hadapan peserta seminar.
Ia juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Bontang bahwa kegiatan ini merupakan bentuk investasi terbaik dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, pemahaman tentang kesehatan mental akan berdampak besar terhadap kekuatan karakter para pemimpin sekolah dan masa depan pendidikan.
”Bunda Wali Kota berpesan agar kegiatan ini menjadi nilai mumpuni bagi pendidikan di Kota Bontang, baik dari sisi kesehatan mental maupun kepemimpinan sekolah. Harapannya, output kegiatan ini bisa maksimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asdar menyebut bahwa program mental health ini diharapkan menjadi semangat baru dalam pengelolaan sekolah.
Sehingga para siswa mampu bersaing secara global dan siap menghadapi tantangan zaman menuju generasi emas 2045.
”Pengetahuan yang kita peroleh hari ini insyaallah akan kita tularkan kepada guru dan anak-anak di sekolah secara stimulan dan faktual. Outcome-nya, kita harapkan anak-anak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” tutupnya. (TN02)












