Penajam

PPU Targetkan Pembentukan Koperasi Merah Putih Rampung Akhir Mei 2025, Dukung Instruksi Presiden Prabowo

410
×

PPU Targetkan Pembentukan Koperasi Merah Putih Rampung Akhir Mei 2025, Dukung Instruksi Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor menghadiri kegiatan dialog dan peluncuran musyawarah desa kelurahan percepatan pembentukan koperasi merah putih

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, sebuah program nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari Asta Cita dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

‎Kegiatan peluncuran dan dialog musyawarah desa/kelurahan percepatan pembentukan koperasi ini melibatkan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur. Acara dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dan dihadiri Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono, bersama jajaran camat, lurah, kepala desa, serta perangkat daerah lainnya. Kegiatan berlangsung di Gedung Pendopo Odah Etam, Samarinda.

‎Bupati PPU, Mudyat Noor, dalam forum tersebut menyampaikan bahwa PPU telah menunjukkan progres positif.

Dari total 30 desa yang telah melaksanakan musyawarah desa (musdes), 4 koperasi telah memiliki akta, sementara 26 lainnya dalam proses legalisasi.

Saat ini masih ada 24 desa yang belum menggelar musdes, namun seluruhnya ditargetkan selesai pada 28 Mei 2025.

‎”Percepatan ini didukung penuh oleh DPMPD serta Dinas KUKM Perindag, yang berperan penting dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis desa,” ujar Mudyat Noor, Sabtu (24/5/2025).

‎Ia menambahkan, pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan manifestasi semangat gotong royong desa dalam membangun usaha bersama.

Koperasi diharapkan mampu mengelola potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, serta sektor produktif lainnya.

‎“Jika tiap desa dapat mengembangkan koperasi sesuai potensinya, maka akan lahir wirausaha-wirausaha baru yang mandiri dan kuat,” tambah Mudyat.

‎Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut program ini sedang berjalan serentak di 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

Target penyelesaian musyawarah desa direncanakan pada 28–31 Mei 2025.

‎”Dari 1.038 desa di Kaltim, sosialisasi sudah mencapai 93,4 persen, musdes baru 33,1 persen, dan legalisasi koperasi masih 19,9 persen,” paparnya.

‎Seno menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang menjadi fondasi dalam memperkuat ekonomi desa.

Baca Juga:   22 Bakal Calon Kades Ikuti Seleksi Tertulis, Pj Bupati PPU: Tidak Ada Intervensi

Pemerintah menargetkan seluruh koperasi Merah Putih sudah terbentuk sebelum Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025 dan akan diresmikan secara nasional oleh Presiden Prabowo pada 28 Oktober 2025.

‎Pemprov Kaltim juga siap memberikan dukungan melalui pelatihan, penguatan tata kelola koperasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Bahkan, kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan dilakukan untuk mempermudah akses kredit koperasi.

‎Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun kembali koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional.

‎”Presiden Prabowo Subianto sangat serius dalam mendorong kemandirian desa. Penguatan koperasi juga menjadi bagian penting dalam menekan kemiskinan ekstrem dan stunting, khususnya melalui sektor pangan yang dikelola secara kolektif,” tegas Ferry. (Advertorial/hms13)