Penajam

Hari Lahir Pancasila 2025, Pemkab PPU Tegaskan Komitmen Perkuat Ideologi Bangsa‎

340
×

Hari Lahir Pancasila 2025, Pemkab PPU Tegaskan Komitmen Perkuat Ideologi Bangsa‎

Sebarkan artikel ini
Sekda Tohar membacakan sambutan tertulis kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI saat memperingati hari lahir pancasila di PPU.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati PPU, Kilometer 09 Nipah-nipah, Senin (2/6/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut.

‎Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ASN, TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, hingga sejumlah organisasi masyarakat di lingkungan Pemkab PPU.

‎Dalam sambutannya, Tohar menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momen penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.

Ia menyampaikan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI yang menyebut Pancasila bukan sekadar dokumen historis, tetapi jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama.

‎“Pancasila adalah bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.

‎Tohar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkokoh semangat kebangsaan dengan menjadikan Pancasila sebagai rumah besar yang mempersatukan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia dengan latar belakang beragam.

‎Menurutnya, dari setiap sila Pancasila terkandung nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam membangun bangsa, seperti gotong royong, keadilan sosial, serta penghormatan terhadap martabat manusia.

‎Ia menambahkan, dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah telah menetapkan delapan agenda prioritas (Asta Cita), salah satunya adalah memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

‎“Pembangunan bangsa harus berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial,” tegasnya.

‎Tohar juga menyoroti tantangan ideologi di era globalisasi dan digitalisasi yang kian kompleks.

Dirinya mengajak seluruh pihak melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam semua aspek kehidupan—termasuk pendidikan, ekonomi, birokrasi, hingga ruang digital.

‎“Mari jadikan peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat komitmen kebangsaan,” pungkas Tohar. (Advertorial/Humas6)