Nasional

5 Amalan Sunah Sebelum dan Sesudah Salat Idul Adha

278
×

5 Amalan Sunah Sebelum dan Sesudah Salat Idul Adha

Sebarkan artikel ini
Setidaknya ada 5 amalan yang dapat dilaksanakan seorang muslim sebelum dan sesudah salat Idul Adha, apa saja? (Freepik)

TITIKNOL.ID – Hari Raya Idul Adha 1446 hijrian jatuh pada hari Jumat (6/6/2025) ini.

Idul Adha merupakan salah satu dari dua hari raya umat Islam.

Pada hari raya ini, umat Islam berkurban dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dikutip dari mui.or.id, selain berkurban, ada beberapa amalan lain sesuai petunjuk Rasulullah SAW.

Setidaknya ada 5 amalan yang dapat dilaksanakan seorang muslim saat Idul Adha, mengutip karya Syekh Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh.

1) Menghidupkan malam takbiran

Hal pertama dalam meyambut hari raya adalah dengan menghidupkan malam Idul Adha. Masyarakat kita biasa menyebutnya malam takbiran karena memang, di malam ini takbir saling bersahutan.

Kita dianjurkan menghidupkan malam ini dengan rupa zikir, terutama takbir, shalawat, shalat malam dan lain sebagainya. Terlebih, malam takbiran ini merupakan salah satu dari waktu mustajab, di mana besar kemungkinan doa kita dikabulkan Allah SWT.

2) Mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian paling bagus

Hal ini dianalogikan dengan salat Jumat.

Rasulullah sering mengingatkan jika seorang muslim hendak beribadah secara berjamaah agar mandi terlebih dahulu.

Juga memakai wewangian supaya selain menjadikan diri sendiri segar, juga agar orang lain tidak terganggu dengan aroma tak sedap dari badan kita.

Tidak lupa pula kenakan pakaian terbaik yang kita miliki, karena ini dianjurkan dan diamalkan oleh Sahabat Nabi SAW.

3) Berangkat ke tempat shalat dengan berjalan kaki

Amalan lainnya pada saat Idul Adha adalah berjalan kaki ketika kita berangkat menuju ke tempat shalat Id.

Hal ini tentu berdasarkan kebiasaan atau sunah Rasulullah.

Di mana Rasulullah tidak pernah menunggangi tunggangan saat berangkat menuju ke tempat shalat Id.

Kemudian biasanya antara jalan pergi dan pulang, Rasulullah menempuh jalan yang berbeda.

4) Tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri, saat Idul Adha kita dianjurkan untuk tidak terburu-buru sarapan.

Sebaiknya, kita makan setelah shalat.

Bahkan, jika memungkinkan, kita baru makan setelah daging kurban telah siap disantap.

5) Menunjukkan keceriaan serta pererat silaturahim.

Dua hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha merupakan hari kegembiraan bagi umat muslim.

Karenanya, pada saat hari raya, kita dianjurkan menunjukkan keceriaan kita.

Tidak lupa, pererat silaturahim dengan mengunjungi sanak saudara di hari bahagia ini.(*)