Penajam

DLH PPU Bakal Gelar Uji Emisi Kendaraan Dinas, Langkah Nyata Tekan Polusi Udara

341
×

DLH PPU Bakal Gelar Uji Emisi Kendaraan Dinas, Langkah Nyata Tekan Polusi Udara

Sebarkan artikel ini
Kepala DLH PPU Safwana

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan menggelar uji emisi kendaraan sebagai langkah nyata dalam menekan pencemaran udara dan mengurangi dampak gas rumah kaca di PPU. Kegiatan yang dijadwalkan pada Rabu (18/6) besok akan menyasar kendaraan roda empat dinas sebagai percontohannya.

Kepala DLH PPU, Safwana, menyebutkan, uji emisi akan digelar di kawasan Islamic Center, tepatnya di lapangan bundar depan Kantor DLH.

Kegiatan ini digelar untuk memastikan kendaraan dinas yang digunakan pegawai pemerintah memenuhi standar emisi gas buang yang ramah lingkungan.

“Ini bagian dari upaya menjaga kualitas udara yang bersih. Kendaraan dinas dijadikan percontohan kendaraan yang peduli lingkungan,” ujar Safwana, Senin (16/6/2025).

Uji emisi ini, kata Safwana merupakan tahun kedua pelaksanaannya. Pihaknya menargetkan 100 unit kendaraan dinas yang menggunakan bahan bakar dexlite dan pertamax dalam uji tersebut.

Uji emisi dilakukan dengan bekerja sama dengan laboratorium dari Samarinda yang membawa peralatan pengujian sesuai standar baku mutu.

“Nanti alat dimasukkan ke knalpot untuk mengukur kadar emisi. Dari situ akan terlihat apakah kendaraan melebihi ambang batas yang diperbolehkan atau tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Safwana mengatakan kendaraan yang tidak lolos uji emisi biasanya memiliki masalah pada perawatan, seperti keterlambatan ganti oli atau penurunan performa mesin karena usia kendaraan.

“Jika emisinya tinggi, artinya kendaraan tidak sehat. Ini juga menjadi edukasi pentingnya perawatan rutin demi efisiensi bahan bakar dan kelayakan mesin,” ujarnya.

Menurutnya, kendaraan yang lolos uji emisi tak hanya lebih ramah lingkungan, tapi juga berkontribusi terhadap efisiensi energi.

“Kita ingin udara di PPU tidak tercemar asap kendaraan. Polusi ini bahaya, bukan hanya bagi lingkungan tapi juga untuk kesehatan masyarakat,” tutupnya. (Advertorial/TN01)