Titiknol IKN

Otorita IKN Gandeng BUMD DKI Jakarta, Perkuat Pengelolaan Kota Baru

248
×

Otorita IKN Gandeng BUMD DKI Jakarta, Perkuat Pengelolaan Kota Baru

Sebarkan artikel ini
Plaza Seremoni IKN (Foto: dok. website IKN)

TITIKNOL.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui Badan Usaha Otorita (BUO), PT Bina Karya (Persero), resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

‎Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan pengelolaan kota dan operasionalisasi IKN sebagai ibu kota negara yang baru. Penandatanganan dilakukan di Balai Agung, Jakarta Pusat, pada Senin (16/6/2025).

‎BUMD yang terlibat dalam kerja sama ini antara lain PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT Jakarta Propertindo, Perumda Pasar Jaya, serta Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

‎Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup penjajakan strategis dalam perencanaan, pembangunan, pengembangan, pengoperasian, hingga komersialisasi layanan kota di wilayah IKN. Fokus utama diarahkan pada pengelolaan infrastruktur, sistem transportasi, sampah, limbah, pasar, dan lingkungan perkotaan berkelanjutan.

‎Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa kerja sama ini penting karena IKN akan segera menerima penyerahan berbagai aset dari Kementerian PUPR dan Kementerian PKP. Aset tersebut meliputi jalan tol, gedung perkantoran, hunian ASN, masjid, dan Istana Negara.

‎”Pastinya semua aset itu harus kami pelihara. Karena itu, BUO/ PT Bina Karya bekerja sama dengan BUMD Jakarta untuk pengelolaan infrastruktur, sampah, dan air,” ujar Basuki dalam keterangannya pada Selasa (17/6).

‎Ia menambahkan bahwa Jakarta sebagai kota besar telah memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi tantangan perkotaan, sehingga penting bagi IKN untuk belajar dari pengalaman tersebut dalam membangun sistem kota yang lebih baik.

‎Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan dukungannya atas kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya transfer pengetahuan kelembagaan agar pembangunan IKN dapat berjalan lancar dan efisien.

‎”Yang utama saat ini adalah transfer pengetahuan. Membangun BUMD seperti di Jakarta tentu tidak semuanya kisah sukses. Ada kegagalan yang bisa jadi pelajaran agar tidak terulang di IKN,” tutur Pramono. (*/)