TITIKNOL.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempersiapkan program prioritas kepala daerah berupa Dana Kolaborasi RT yang bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Program ini ditargetkan bisa berjalan maksimal pada tahun 2026 mendatang.
Program tersebut akan mengalokasikan sekitar 15 persen dari total Alokasi Dana Desa (ADD) untuk disalurkan ke seluruh RT yang ada di wilayah PPU.
Dana ini nantinya digunakan untuk membiayai pembangunan fisik berskala kecil di lingkungan RT.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab PPU, Nicko Herlambang, mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke tingkat bawah.
Pekerjaan yang bisa dilakukan di antaranya perbaikan jalan lingkungan, posyandu, sanitasi, dan drainase.
”Setiap RT akan mendapat dana yang bersumber dari 15 persen ADD. Nilainya bervariasi, mulai dari Rp25 juta hingga Rp100 juta, tergantung kemampuan keuangan desa maupun kelurahan,” jelas Nicko, Rabu (18/6/2025).
Ia menyebutkan, agar program ini efektif, setiap RT harus terlebih dahulu disiapkan untuk mampu mengelola anggaran tersebut. Prinsip gotong royong dan kolaborasi antar-RT menjadi kunci utama keberhasilannya.
”Contohnya, pembangunan jalan lingkungan. RT 1 mengerjakan satu bagian, RT 2 melanjutkan. Pekerjaannya bisa dibantu alat berat dari UPT PU. Di situlah letak kolaborasinya,” lanjut Nicko.
Tak hanya ADD, program ini juga memungkinkan melibatkan unit pelaksana teknis (UPT) dari Dinas PUPR di tingkat kecamatan, sehingga pembangunan tidak lagi bergantung penuh pada anggaran kabupaten.
Target awalnya adalah mulai uji coba satu atau dua lokasi pada 2025 sebagai percontohan. Jika berhasil, program ini akan diluaskan dan dimaksimalkan penerapannya di tahun berikutnya.
”Anggarannya sebenarnya sudah ada, tinggal prioritas kegiatan yang akan dirapatkan di level desa atau kelurahan. RT juga akan membentuk tim untuk menyusun kebutuhan prioritas pembangunan,” ujarnya.
Nicko menambahkan, program ini juga terbuka terhadap kolaborasi dengan pihak ketiga seperti perusahaan sekitar, yang bisa berkontribusi bila ada kekurangan anggaran di tingkat RT.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah. (Advertorial/TN01)












