Penajam

‎Evakuasi Muatan KMP Muchlisa Dimulai, 5 Kendaraan Berhasil Diangkat dari Dasar Laut Penajam

330
×

‎Evakuasi Muatan KMP Muchlisa Dimulai, 5 Kendaraan Berhasil Diangkat dari Dasar Laut Penajam

Sebarkan artikel ini
Evakuasi muatan tenggelamnya KMP Muchlisa mulai dilakukan, tercatat lima kendaraan sudah ditarik ke daratan.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Proses evakuasi kendaraan yang tenggelam bersama Kapal Motor Penumpang (KMP) Muchlisa resmi dimulai sejak awal Juni 2025.

Kapal milik PT Sadena Mitra Bahari ini mengalami kecelakaan pada 5 Mei 2025 lalu di perairan Penajam, Kalimantan Timur. Kini, lima unit kendaraan telah berhasil diangkat ke daratan.

PT Sadena Mitra Bahari menunjuk PT Segara Tirta Nur Salvage untuk menangani proses penyelamatan muatan kapal.

Proses evakuasi ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan, melibatkan sembilan penyelam profesional dan dua kapal klotok penarik.

‎Jojo, salah satu penyelam dari tim PT Segara Tirta Nur Salvage, mengatakan bahwa prioritas saat ini adalah mengangkat seluruh muatan kendaraan, seperti sepeda motor, mobil, dan truk, sebelum beralih ke bangkai kapal.

“Kita lagi proses mengapungkan kendaraan satu per satu dulu. Setelah itu baru lanjut kapal,” ujarnya, Senin (23/6/2025).

‎Hingga kini, tim telah berhasil mengangkat satu unit mobil Honda Brio, satu truk tronton, serta tiga sepeda motor jenis Nmax, MX-King, dan Scoopy.

Evakuasi muatan tenggelamnya KMP Muchlisa mulai dilakukan, tercatat lima kendaraan sudah ditarik ke daratan.

Kendaraan-kendaraan tersebut ditarik dari dasar laut menuju daratan menggunakan drum kosong sebagai alat apung dan ditarik perlahan ke Pelabuhan Batu, Penajam.

‎”Proses evakuasi tidak selalu berjalan mulus. Waktu pengangkatan sangat bergantung pada jenis kendaraan dan kondisi laut,” Tuturnya.

“Mobil bisa diangkat dalam waktu 30 menit, sedangkan kendaraan besar seperti truk bisa memakan waktu lebih dari satu jam,” Jelasnya.

‎Kondisi cuaca dan arus laut juga menjadi faktor penentu kelancaran evakuasi.

“Kalau arus kencang, kami berhenti. Karena yang utama adalah keselamatan tim. Kadang hujan juga memperlambat proses,” jelasnya.

‎Kendaraan yang berhasil diangkat umumnya dalam kondisi rusak berat. Hampir seluruh permukaan tertutup tiram laut dan mengalami karatan setelah lebih dari sebulan berada di dalam air.

Baca Juga:   Pemkab PPU Gelar Pasar Murah di 9 Lokasi, Catat Lokasi dan Waktunya

‎Untuk sementara, kendaraan yang sudah dievakuasi ditampung di Perumahan Biru, di belakang Toko Swalayan Maxi, Penajam.

Sedangkan yang belum memungkinkan diangkat masih ditambatkan di Pelabuhan Batu sambil menunggu giliran evakuasi.

‎Terkait status kendaraan, Jojo menyebut hingga saat ini belum ada kepastian dari para pemilik apakah akan mengambil kendaraannya.

Namun pihak PT Sadena Mitra Bahari telah menegaskan komitmen mereka untuk tetap bertanggung jawab penuh terhadap proses evakuasi dan kompensasi.

‎“Ganti rugi tetap berjalan, walaupun kendaraan belum tentu bisa digunakan lagi,” tutup Jojo. (TN01)