TITIKNOL.ID, PENAJAM – Upaya pencarian terhadap Arman (60), warga yang dilaporkan hilang di hutan eks tambang Bukit Tengkorak, Semoi II, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), resmi dihentikan pada Selasa (24/6/2025) setelah berlangsung selama empat hari tanpa hasil.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan pencarian maksimal, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua, namun tak berhasil menemukan korban.
“Kami sudah bergerak menempuh perjalanan sekitar 17 kilometer untuk mencapai lokasi. Penelusuran dilakukan dengan menyisir area yang memungkinkan dijangkau, tetapi korban tetap belum ditemukan,” ungkap Sukadi, Rabu (25/6/2025).
Operasi pencarian melibatkan tim dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan warga sekitar. Namun, kondisi medan yang terjal dan cuaca yang kurang mendukung menjadi kendala serius selama proses evakuasi.
Korban diketahui menghilang pada Jumat pagi (20/6/2025), saat berburu bersama anaknya di kawasan hutan eks tambang Bukit Tengkorak.
Dalam perjalanan, Arman terpisah dari anaknya dan tak kunjung kembali hingga malam hari.
Keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD.
Tim gabungan segera diterjunkan ke lokasi pada hari yang sama.
Hingga memasuki hari keempat pencarian, Selasa (24/6), keberadaan Arman masih belum diketahui.
Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk menghentikan pencarian karena faktor keselamatan dan kondisi medan.
“Dengan kesepakatan dari keluarga korban, maka operasi SAR resmi ditutup. Seluruh tim kembali ke pos masing-masing,” kata Sukadi.
Keputusan ini menambah duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanda-tanda keberadaan korban, dan pihak keluarga hanya bisa berharap ada keajaiban di hari-hari mendatang. (*/)












