BalikpapanTitiknolKaltim

Alasan Dibentuknya Pusdal LH di Balikpapan Kaltim, Diresmikan Menteri Hanif Faisol 

275
×

Alasan Dibentuknya Pusdal LH di Balikpapan Kaltim, Diresmikan Menteri Hanif Faisol 

Sebarkan artikel ini
PUSDAL LH KALIMANTAN - Kegiatan peletakan batu pertama Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup atau Pusdal LH Kalimantan yang berada di Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (4/7/2025). Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup yang telah menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Timur. (HO/Pemprov Kaltim)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kalimantan Timur terus ditunjukkan secara konkret.

Sebagai buktinya, diwujudkan dalam peletakan batu pertama Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup atau Pusdal LH Kalimantan yang berada di Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (4/7/2025).

Acara ini dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Rudy Mas’ud Gubernur Kalimantan Timur, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud serta pejabat tinggi lainnya. 

Groundbreaking atau peletakkan menjadi simbol penting penguatan pengawasan serta pengendalian lingkungan hidup di tengah pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup yang telah menaruh perhatian besar terhadap keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Timur. 

“Kami sangat percaya bahwa Pusdal LH Kalimantan yang dibangun di Balikpapan ini akan menjadi penguat koordinasi, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup yang terintegrasi di Kaltim,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud. 

Ia juga menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai benteng terakhir ekosistem tropis Indonesia, rumah bagi hutan hujan tropis, lahan gambut, dan keanekaragaman hayati, namun kini menghadapi tantangan serius seperti perubahan iklim dan degradasi kawasan lindung.

Salah satu perhatian besar yang disampaikan Gubernur Kaltim adalah kondisi Pesut Mahakam, mamalia air langka endemik Sungai Mahakam yang kini hanya tersisa 62 ekor.

“Ini menjadi indikator penting bagaimana kita menjaga spesies langka. Kami berharap kehadiran kantor ini dapat mendukung pemulihan habitat dan pelestarian spesies,” katanya.

Lebih dari sekadar kantor, Kantor Pusat Pengendali Lingkungan Hidup Kalimantan diharapkan menjadi pusat edukasi publik dan riset lingkungan, yang akan mendorong pembangunan berkelanjutan di era IKN Nusantara.

Baca Juga:   Kebakaran Kebun Kelapa di Sepinggan Balikpapan, Diduga Penyebab Cuaca Panas Sampai Bakar Rumput

Gubernur Rudy Mas’ud menyebut bahwa keberadaan Balikpapan sebagai gerbang utama ke IKN membawa tanggung jawab besar dalam memastikan daya dukung lingkungan tetap terjaga.

Pembangunan kantor Pusdal LH ditargetkan selesai pada 31 Oktober 2025, sebagai bagian dari percepatan infrastruktur di wilayah Ibu Kota Nusantara.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud juga menyampaikan bahwa rumah jabatan hingga pendopo Wakil Presiden di IKN ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Sementara itu, pemindahan bertahap ibu kota negara diproyeksikan berlangsung penuh mulai awal 2028, dengan kantor legislatif dan yudikatif selesai pada 2027.

Dalam sambutannya, Gubernur Kaltim menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi isu lingkungan lintas wilayah.

Menurutnya, kolaborasi ini harus diwujudkan dalam bentuk program bersama, kebijakan yang berpihak pada pemulihan, dan dukungan teknis yang kuat.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap insiden pencemaran, seperti yang pernah terjadi akibat putusnya pipa di perairan Lawe-Lawe pada 2018.

“Kehadiran kantor ini sangat penting untuk mencegah insiden lingkungan serupa di masa mendatang, terutama di wilayah pesisir dan kawasan industri,” ujarnya. (*)