TITIKNOL.ID, PENAJAM – Lebih dari lima ribu hektare tambak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini tak lagi produktif.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Komisi II DPRD PPU, yang mendorong agar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tidak sekadar memberi motivasi, tetapi juga melakukan intervensi nyata untuk mengembalikan produktivitas tambak.
“Ribuan tambak belum dimaksimalkan, ini yang coba kita dorong agar Dinas perlu hadir dan menyentuh langsung kebutuhan petambak,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin, Rabu (9/7/2025).
Menurutnya kemerosotan produktivitas ribuan hektare tambak itu terjadi karena banyak faktor, diantaranya akses ke tambak yang kurang memadai hingga petambak harus mengeluarkan biaya (cost) yang lebih tinggi namun tak sebanding dengan pendapatan atau hasil yang diperoleh.
“DKP mengakui itu, bahwa 5.000 hektare lebih tambak tidak produktif. Informasi yang kita dapatkan cukup banyak, dinas juga memohon dukungan dari kita supaya sektor perikanan budidaya tetap punya potensi besar di PPU,” kata Jamaluddin.
Selain itu, persoalan lainnya yang datang dari perikanan budidaya adalah tenaga kerja terbatas karena petambak sudah tua atau anak-anak maupun anggotanya sudah tidak ada lagi sehingga tak ada yang menggarap keberlanjutan tambak.
“Mulai dari akses jalan buruk, hitungan biaya operasional petambak lebih besar ketimbang hasil yang didapat, sampai keterbatasan tenaga kerja karena faktor usia atau tidak ada lagi yang melanjutkan, kondisi itu dihadapi oleh petani tambak di berbagai wilayah di PPU, yang pada akhirnya tambak terbengkalai,” jelas Jamaluddin.
DPRD PPU, lewat Komisi II mendorong Dinas Perikanan untuk kembali menggerakkan aktivitas tambak masyarakat.
“Tentu petambak perlu diedukasi, selain memberikan motivasi kepada petani tambak untuk menggiatkan diri mereka supaya tambak itu produktif, Dinas juga harus memberikan stimulan nyata, misal mendatangkan excavator untuk perbaikan jalan atau penyediaan benih-benih ikan,” ucapnya.
Tak ingin sektor ini mengalami stagnasi bahkan kemunduran, Jamaluddin menegaskan pentingnya jaminan pasar bagi hasil tambak.
“Mustahil tambak kembali produktif sementara hasil panennya tidak dapat diserap optimal. Jadi bukan hanya soal menghasilkan, tugas Dinas juga memastikan hasil itu bisa tersalurkan ke pasar yang luas,” tegasnya.
(TN01)












