Samarinda

Cegah Praktik Curang, Komisi IV DPRD Samarinda Puji Sistem Pengawasan Penerimaan Murid Baru 

259
×

Cegah Praktik Curang, Komisi IV DPRD Samarinda Puji Sistem Pengawasan Penerimaan Murid Baru 

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. IST

TITIKNOL.IDAnggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Tim Pengawas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Samarinda. 

Menurutnya, kesigapan tim yang dibentuk oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ini berhasil menangani berbagai aduan masyarakat terkait proses penerimaan siswa baru, sehingga menciptakan suasana yang lebih kondusif.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga kondusifitas selama proses penerimaan murid baru tahun ini. Ini penting untuk menghindarkan sekolah dari praktik-praktik curang yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujar Ismail pada Jumat (18/7/2025).

Ismail menilai, kehadiran tim pengawasan menjelang dan selama proses penerimaan siswa baru sangat berpengaruh terhadap transparansi di setiap sekolah. Hal ini, lanjutnya, secara signifikan meminimalisir risiko pelanggaran dan penyimpangan yang kerap terjadi di lapangan.

Ia juga menyoroti bahwa pengawasan selektif terhadap proses SPMB seharusnya sudah dilakukan sejak lama, mengingat potensi penyimpangan yang rawan terjadi. 

“Dengan hadirnya tim Satuan Tugas (Satgas) pengawas SPMB, tentu ini menjadi kontrol efektif setiap tahun ajaran baru. Dengan begitu, setiap anak di Samarinda bisa menerima hak pendidikannya sesuai dengan regulasi yang berlaku,” paparnya.

Ismail berharap, langkah pembentukan tim pengawas ini dapat menjadi pelopor pendidikan yang berkeadilan di masa depan. Tujuannya agar setiap anak di Samarinda dapat bersekolah tanpa adanya intervensi dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Pembentukan Satgas ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk menjamin pendidikan yang merata, baik di pusat kota maupun di wilayah pinggiran. Dengan proses pendidikan yang transparan, kita bisa membangun mekanisme penerimaan yang sepenuhnya dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya. (*/red/adv)