Penajam

BIGmall Samarinda Kebakaran Dua Kali, Dewan Blak-blakan dan Desak Audit Menyeluruh

314
×

BIGmall Samarinda Kebakaran Dua Kali, Dewan Blak-blakan dan Desak Audit Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Jajaran Komisi III DPRD Samarinda kala meninjau lokasi kebakaran kedua BIGMall Samarinda, Selasa (21/7/2025). IST

TITIKNOL.IDPusat perbelanjaan terbesar di Samarinda, BIGmall, diterjang insiden kebakaran dua kali beruntun di lantai upper ground (UG). Terakhir, api melalap salah satu tenant pada 17 Juli lalu. Kejadian ini langsung memicu perhatian serius dari DPRD Samarinda.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deny Hakim Anwar, bersama anggota komisi dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) tak tinggal diam. Mereka langsung meninjau lokasi kejadian pada Selasa (22/7).

“Kami ingin memastikan bagaimana penanganan pascakebakaran. Apalagi kejadian ini yang kedua kalinya,” tegas Deny.

Menurut Deny, perbaikan di lokasi kebakaran pertama baru bisa dilakukan setelah garis polisi dibuka pada 6 Juli. Ironisnya, hingga kini manajemen BIGmall juga belum menerima hasil laporan forensik dari kepolisian. 

“Mereka baru bisa melakukan pembersihan bangunan setelah police line dibuka. Tapi laporan penyebab kebakaran belum mereka terima,” jelasnya.

Saat peninjauan, rombongan dewan juga menyambangi lokasi tenant yang terbakar pada insiden kedua. Dinas Damkar memastikan sistem proteksi seperti hidran dan sprinkler berfungsi dengan baik.

“Pihak Damkar sampaikan, penanganan berlangsung cepat, hanya 40 menit. Itu berarti sistem proteksi berjalan. Kalau tidak, mungkin butuh waktu berjam-jam,” tambah Deny.

Namun, DPRD tetap memberikan sejumlah catatan kritis. Salah satunya adalah aspek mekanikal elektrikal (ME) yang dinilai perlu evaluasi menyeluruh. 

“Kami minta semua instalasi dan sistem kelistrikan ditinjau ulang. Jangan sampai ada instalasi sembarangan, baik dari manajemen maupun tenant,” tegas Deny.

Selain itu, pihak BIGmall disebut telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Samarinda untuk memeriksa struktur bangunan pascakebakaran. 

“Kami ingin tahu, apakah tembok dan struktur besi mengalami penurunan daya tahan akibat suhu tinggi saat kebakaran. Mereka sudah komunikasi dengan PUPR, tinggal tunggu hasil pemeriksaannya,” terang Deny.

Baca Juga:   Disdikpora PPU Sebut Ramadan Memungkinkan Program MBG Berhenti Sementara

Catatan penting lainnya adalah soal Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Menurut Deny, manajemen mal sedang dalam proses mengurus dokumen vital tersebut. 

“Harus dipastikan segera rampung. SLF penting untuk menjamin bangunan aman digunakan publik,” tegasnya.

DPRD berharap tidak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang. Pasalnya, BIGmall merupakan pusat perbelanjaan dan ikon ekonomi Samarinda yang ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Ini jadi peringatan serius bagi manajemen untuk lebih ketat dalam menjaga keamanan dan keselamatan bangunan,” pungkasnya. (*/red/adv)