TITIKNOL.ID, UJOH BILANG – Kepala Bagian BPKAD Kabupaten Mahakam Ulu, Andi Abeh, menegaskan, komitmen pemerintah daerah dalam penyediaan anggaran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat, termasuk Sekda dan Asisten I.
Dalam rapat tersebut, Andi Abeh menyebutkan total pekerja rentan di Mahakam Ulu mencapai sekitar 12 ribu orang.
Dari jumlah itu, provinsi telah mengakomodasi sekitar 3 ribu pekerja, sementara sisanya masih menunggu proses penganggaran secara bertahap.
“Data yang kita terima belum sepenuhnya fix, sehingga penganggaran dilakukan bertahap sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.
Andi Abeh menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk menanggung seluruh pekerja rentan diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar per tahun.
Namun, skema pembayaran akan mempertimbangkan data pasti dari BPJS dan evaluasi bersama pemerintah provinsi.
Ia juga menyoroti pentingnya harmonisasi regulasi sebelum penetapan anggaran penuh.
“Kita siap mengakomodir sepanjang data jelas, baik di perubahan maupun APBD murni,” tambahnya.
Selain itu, Andi Abeh meminta perhatian terhadap aparat panggung yang sebelumnya mendapat dukungan Bantuan Keuangan (Bantuan Keuangan/Bantiu), namun tahun ini tidak lagi tersedia.
Hal ini perlu pembahasan lebih lanjut agar tidak terjadi kekosongan jaminan.
Rapat koordinasi ini juga membahas mekanisme pembayaran iuran, termasuk potensi kompensasi dari selisih pembayaran sebelumnya.
“Selisih ini bisa dimanfaatkan untuk meringankan beban anggaran,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menargetkan pembahasan anggaran selesai sebelum pembahasan KUA-PPAS perubahan dan murni yang dijadwalkan Agustus mendatang. (*)












