TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang akan menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah PPU, Nicko Herlambang mengatakan, Pemkab telah menyelesaikan pengecekan lapangan dan menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung di lokasi yang telah ditetapkan.
“Pengecekan lapangan dan lain-lain sudah berkesesuaian. Tapi tetap kita perbaiki, seperti pembuatan aset jalan dan lainnya. Harapannya, Sekolah Rakyat ini bisa jadi solusi bagi anak-anak didik kita, baik yang berprestasi maupun yang tidak mampu,” ungkap Nicko, Minggu (27/7/2025).
Menurutnya, Sekolah Rakyat ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 atau 2027. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan di kawasan Lawe-Lawe yang sebelumnya memang direncanakan sebagai lokasi pembangunan sekolah dasar atau menengah pertama. Sementara pembangunan fisik sekolah sepenuhnya akan dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Lokasi di Lawe-Lawe itu strategis dan sebelumnya juga disiapkan untuk sekolah. Jadi dengan adanya SR ini, kita merasa sangat dimudahkan,” lanjutnya.
Pemkab PPU saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan jalan dan proyek drainase di sekitar lokasi. Kebutuhan-kebutuhan tambahan terkait sekolah akan disesuaikan setelah ada kepastian anggaran dari pemerintah pusat.
Nicko menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya ditujukan untuk memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga mengakomodasi siswa tidak mampu secara penuh, termasuk sistem asrama dan kemungkinan pemberian beasiswa ke depan.
“Tantangan ke depan adalah bagaimana anak-anak yang tidak mampu ini bisa dibiayai secara penuh, diasramakan, dan tidak menutup kemungkinan ada beasiswa. Jadi tidak hanya sekolah gratis, tapi benar-benar memberikan dukungan menyeluruh,” katanya.
Proses seleksi calon peserta akan dibahas setelah pembangunan fisik sekolah selesai. Data penerima bantuan sosial (DTKS) juga akan menjadi salah satu acuan untuk menjaring siswa yang benar-benar membutuhkan.
“Faktor utama sekarang adalah kesiapan lahan. Setelah itu, baru kita lanjutkan ke proses seleksi dan lainnya setelah sekolah berdiri,” pungkasnya.
(Advertorial/TN01)












