TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menegaskan sistem yang terintegrasi dengan menggunakan pembayaran digital (QRIS) di sektor pelayanan publik akan mengurangi tingkat kelalaian terhadap pengelolaan pendapatan daerah.
“Pembayaran retribusi jasa kepelabuhanan Buluminung saat ini sudah menggunakan transaksi digital non tunai, tidak ada lagi manual, jadi sistem yang berjalan,” ditemui usai membuka Soft Launching Integrasi Retribusi Jasa Kepelabuhan Buluminung, Senin (4/8/2025).
Ia mengungkapkan pembayaran digital akan mengurangi praktik pungutan liar (pungli) yang kerap kali meresahkan. Selama ini, pembayaran manual dianggap rentan karena melibatkan transaksi tunai dan pencatatan manual yang memberikan celah besar terhadap pungli.
“Tapi dengan pembayaran digital, kita akan mengurangi tingkat kelalaian karena mungkin masih ada pungli,” kata Mudyat.
Selain itu, tambahnya, pemerintah daerah kini juga bisa memaksimalkan pendapatannya.
“Kalau target, pastinya harus terus naik tiap tahun. Kita maksimalkan lah dengan digitalisasi harapannya pendapatan terus naik, kebocoran-kebocoran itu tidak terjadi lagi,” imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan ke depannya sangat memungkinkan untuk penambahan fasilitas pelayanan publik, seperti mushola, tempat istirahat dan lain sebagainya.
“Nanti kita tambahlah fasilitasnya, mushola, tempat istirahat, tempat yang bisa menunjang kawan-kawan yang melaksanakan aktivitas di pelabuhan, supaya mereka merasa nyaman,” ucap Mudyat.
Pemerintah daerah terus mendorong meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) dengan memaksimalkan seluruh fasilitas yang ada.
“Contohnya itu tadi, integrasi dengan sistem digital, mudahan pendapatan kita semakin meningkat dan jauh lebih baik,” tandasnya.
(Advertorial/TN01)












