TITIKNOL.ID – Sebanyak 16 kementerian dan lembaga telah ditetapkan untuk mengikuti relokasi tahap awal ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sekitar 3.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menjadi gelombang pertama yang mulai menghuni pusat pemerintahan baru tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, yang menjelaskan bahwa penetapan ini dilakukan berdasarkan tahapan prioritas bersama Kementerian PAN-RB selaku koordinator reformasi birokrasi.
“Kami telah menerima arahan dari Kementerian PAN-RB untuk menyusun tahapan prioritas. Saat ini sudah ditetapkan 16 kementerian dan lembaga dengan jumlah ASN sekitar 3.500 orang yang akan mengikuti relokasi awal,” ujar Bimo di kawasan Nusantara.
Relokasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengaktifkan ekosistem kerja dan pelayanan publik secara bertahap di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Kehadiran ribuan ASN tersebut diharapkan dapat menciptakan aktivitas harian yang dinamis dan mempercepat terbentuknya ritme kota layaknya pusat pemerintahan yang fungsional.
Tak hanya ASN, menurut Bimo, IKN saat ini juga telah dihuni lebih dari 5.000 pekerja konstruksi.
Mereka terlibat langsung dalam pembangunan berbagai infrastruktur penting di kawasan tersebut.
Selain itu, ribuan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan lokal dan tamu pemerintahan, mulai berdatangan setiap hari ke kawasan IKN.
Hal ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap keberadaan ibu kota baru ini.
Dengan jumlah populasi yang terus bertambah dan pembangunan infrastruktur yang terus dipercepat, IKN dinilai semakin siap menjadi kota pemerintahan yang terintegrasi, modern, dan hidup.
“Ini bukan hanya soal relokasi fisik, tapi transformasi sistem pemerintahan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” tutup Bimo. (*/)












