Penajam

Upaya Distan PPU Tarik Investor untuk Garap 175 Ha Lahan Pertanian Mangkrak

190
×

Upaya Distan PPU Tarik Investor untuk Garap 175 Ha Lahan Pertanian Mangkrak

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU Gunawan.

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian berupaya mencari solusi menangani persoalan lahan mangkrak bertahun-tahun milik petani daerah.

Lahan tak tergarap itu luasnya mencapai 779 hektare (ha), tersebar di seluruh kecamatan PPU.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan mengatakan sebagian dari luas lahan tak tergarap itu sudah mendapatkan titik terang pengembalian fungsi lahan.

“Langkah lain yang kini kita ambil ialah dengan mendatangkan investor pertanian di sawah. Sistemnya ada dua, bagi hasil dan sistem sewa,” ujar Gunawan, Kamis (7/8/2025).

Ia menyatakan progresnya telah memasuki tahap peninjauan bahkan pengambilan sampel tanah untuk diuji di lab.

“Petani memberi penawaran bagi hasil, 20 persen petani, 80 persen penggarapnya, karena memang lahan-lahan itu sudah bongkor. Kemarin sudah diambil uji sampel dari rekan-rekan investor,” jelas Gunawan.

Lahan yang ditawarkan berada di Desa Babulu Laut Kecamatan Babulu dengan luas mencapI 175 hektare.

Gunawan menambahkan, terkait besaran nilai investasi yang ditawarkan masih belum dapat dipastikan.

“Tetapi itu bagian dari upaya kami mencari solusi sehingga bisa terpenuhi IP 250, karena penyumbangnya bukan hanya karena keterlambatan tanam saja, tetapi luas baku tanam kita yang selalu tersisa tiap musim tanam (MT).

Adapun beberapa faktor yang menjadi pengaruh lahan-lahan pertanian tak tergarap lantaran pemiliknya tak lagi mampu mengerjakan, dengan alasan kekurangan modal.

“Kebanyakan lahan milik warga yang memamg ditinggalkan. Ada kekurangan modal, ditinggalkan lama karena covid kemarin dan tidak ditindaklanjuti, ada dijual ke orang lain, bahkan beralih fungsi menjadi tanaman lain,” jelasnya.

Namun demikian ia menjelaskan lahan yang ditawarkan kepada investor adalah lahan potensial dan belum ditanami tanaman lain.

Baca Juga:   Shin Tae-yong Berpeluang Latih China, Bisa Hadapi Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?

“Investornya dari Samarinda, belum kami hitung nilainya. Namun prinsipnya adalah bagaimana menyediakan pangan dengan teknologinya. Saya tertarik bagaimana beliau membawa teknologi sendiri. Petaninya mau jadi penggarap, silakan sistemnya mau seperti apa,” pungkasnya.

(TN01)