SamarindaTitiknolKaltim

Helikopter Dibutuhkan untuk Tanggulangi Krisis dan Akses Cepat di Daerah Terpencil Kaltim

230
×

Helikopter Dibutuhkan untuk Tanggulangi Krisis dan Akses Cepat di Daerah Terpencil Kaltim

Sebarkan artikel ini
KALTIM BUTUH HELIKOPTER - Foto ilustrasi helikopter terbang di atas hutan belantara. Kalimantan Timur butuh helikopter. Untuk pengadaannya, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyebut dua opsi: melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kaltim seperti Gunung Bayan, atau menggunakan skema penyewaan dari pihak ketiga. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempertimbangkan pengadaan helikopter sebagai solusi strategis untuk mempercepat mobilitas Gubernur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), khususnya dalam menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses lewat jalur darat.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa kebutuhan helikopter bukan semata untuk keperluan protokoler, melainkan menjadi kebutuhan mendesak.

Mengingat kondisi geografis Kalimantan Timur yang luas dan infrastruktur darat yang belum merata, terutama di daerah perbatasan dan pedalaman.

“Wilayah utara, barat, dan timur banyak yang jalannya rusak. Untuk kondisi darurat seperti di Mahakam Ulu yang mengalami kerawanan pangan, jalur darat tidak bisa diandalkan, sungai pun dangkal. Satu-satunya cara hanya lewat udara menggunakan helikopter,” ujar Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Sabtu (9/8/2025).

Solusi Akses Cepat untuk Situasi Darurat

Rudy mencontohkan kejadian di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang baru-baru ini mengalami kekurangan pasokan pangan.

Akses dari Kutai Barat ke Mahulu sangat terbatas akibat kondisi jalan yang rusak dan sungai yang tidak memungkinkan dilalui kapal besar.

Pengiriman bantuan hanya dapat dilakukan melalui helikopter.

Kalau ada helikopter yang bisa dipakai bersama Forkopimda, seperti Gubernur, Kapolda, Pangdam, Kajati dan lainnya.

“Maka penanganan bencana bisa jauh lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Lewat CSR atau Skema Sewa

Untuk pengadaannya, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyebut dua opsi: melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kaltim seperti Gunung Bayan, atau menggunakan skema penyewaan dari pihak ketiga.

“Kita bisa ajukan CSR. Kalau tidak, sewa juga memungkinkan. Tahun lalu saja saat Pj Gubernur, kita sewa helikopter selama tiga bulan untuk bantu penanganan banjir di Mahulu,” ungkapnya.

Baca Juga:   Penyebab Kebakaran BigMall Samarinda tak Bisa Segera Diantisipasi, Api Asap Semakin Parah

Hamas menambahkan, penyewaan bisa menjadi solusi sementara yang lebih ringan secara administratif dan biaya operasional, termasuk perawatan dan penyimpanan.

“Lebih efisien kalau disewa dulu. Ke depan, kalau sudah ada skema permanen, barulah kita pertimbangkan kepemilikan,” kata Rudy Mas’ud.

Jalur Udara Harus Disiapkan

Meski pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama pemerintahan Rudy Mas’ud dan Seno Aji, keduanya menyadari bahwa jalur udara harus menjadi opsi pendukung dalam kondisi darurat dan penjangkauan wilayah yang belum terhubung secara efektif.

“Jalan tetap kita bangun, tapi helikopter penting sebagai cadangan akses logistik dan evakuasi,” tegas Rudy Mas’ud.

Pengadaan helikopter oleh Pemprov Kalimantan Timur ini diharapkan bukan hanya untuk mobilitas pejabat, tetapi sebagai alat siaga tanggap darurat, mempercepat penyaluran bantuan, serta memperkuat respon terhadap bencana alam dan kebutuhan logistik di daerah terpencil. (*)