TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Kebakaran yang melanda BigMall Samarinda, Kalimantan Timur membuat heboh masyarakat, terutama pengunjung dan karyawan mall.
Kejadian kebakaran terjadi pada Selasa 2 Juni 2025 dini hari atau sekitar pukul 00.45 Wita.
Kala muncul asap, dari api kebakaran BigMall Samarinda, proses penanganan tidak cepat dieksekusi.
Tindakan awal untuk pencegahan agar tidak semakin parah tidak dilakukan.
Hal ini beradasarkan temuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda.
Dijelaskan oleh Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH membeberkan, saat munculnya api dan asap kebakaran BigMall Samarinda, pihak pengelola tidak langsung mengambil tindakan aksi pemadaman.
Padahal tindakan pertama kali untuk mencegah bencana kebakaran perlu dilakukan agar tidak semakin parah.

Jawabnnya, bukan karena enggan bertindak atau malas untuk melakukan aksi pemadaman tetapi lebih tidak didukung infrastruktur keselamatan yang memadai, alat pemadam apar tidak berfungsi.
“Saat kejadian sprinkler, semacam alat penyemprot tidak berfungsi,” ungkapnya.
Padahal, kata dia, alat tersebut bisa berfungsi saat munculnya api dan asap di dalam ruangan sebagai tindakan awal.
“Alatnya bisa keluarkan air, membasahi titik api, ya bisa meminimalisir kebakaran kan,” ujar Hendra.
Sebelum adanya kebakaran di BigMall, pihak manajemen atau pengelola sempat diberitahu, diberi saran agar harus dilengkapi alat pemadam mini yang bisa berfungsi. Bila perlu cek secara rutin, lihat kondisinya, berguna atau tidak.
Jangan sampai saat ada kebakaran, alat tidak berfungsi, akhirnya kesulitan saat menghadapi bencana kebakaran.
“Sudah ditegur, pernah dilakukan inspeksi. Kami pernah beri rekomendasi ke BigMall agar segera diperbaiki alatnya, tapi ya itu, seakan diabaikan, tak direspons, akhirnya pas benar-benar ada kejadian, kesusahan,” tuturnya.
Begitu pula sistem hydrant, perlengkapan pemadam kebakaran yang digunakan sebagai alat keamanan untuk mencegah kobaran besar api tidak berfungsi.
Intinya, dari peristiwa kebakaran BigMall Samarinda hari ini tidak untuk mencari siapa yang harus disalahkan, tidak bermaksud untuk mencari siapa biang penyebab bencana kebakaran ini.
“Hydrant tidak otomatis atau manual, semestinya saat terjadi kebakaran pompa diesel aktif. Ya tapi di lokasi tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” beber Hendra. (*)












