PenajamTitiknolKaltim

PPU Mulai Terapkan PM-AAS Oktober, Kejar Kenaikan Produktivitas Padi hingga 5 Ton per Hektare

1
×

PPU Mulai Terapkan PM-AAS Oktober, Kejar Kenaikan Produktivitas Padi hingga 5 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menerapkan sistem Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kecamatan Babulu pada Oktober 2026.

Program tersebut diprioritaskan sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi melalui pola tanam modern berbasis mekanisasi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan tahap awal PM-AAS akan diterapkan di lahan seluas 893 hektare dari total target 3.456 hektare.

Jadwal pelaksanaan diundur dari Agustus karena petani di Babulu masih memasuki musim panen.

Menurutnya, PM-AAS merupakan konsep yang menggabungkan praktik pertanian modern dengan sistem jajar legowo.

Metode ini mengatur jarak tanam agar populasi tanaman lebih banyak dalam satu hektare sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen.

“Target kami tidak muluk-muluk. Kalau produktivitas yang saat ini sekitar 3,52 ton per hektare bisa naik menjadi 5 ton per hektare, itu sudah menjadi peningkatan yang sangat signifikan,” kata Gunawan, Rabu (05/08/2026).

Ia menjelaskan, penerapan PM-AAS di PPU tetap disesuaikan dengan kondisi lahan. Ketersediaan air menjadi syarat utama sehingga program diprioritaskan pada sawah yang memiliki dukungan irigasi memadai, meski sebagian lahan di Babulu masih mengandalkan tadah hujan.

Pelaksanaan program akan melibatkan 18 Brigade Pangan yang telah memiliki alat dan mesin pertanian, seperti traktor, rotavator, drone pertanian, hingga combine harvester. Dinas Pertanian juga mengusulkan bantuan benih, pupuk, dan fungisida kepada pemerintah pusat untuk mendukung kebutuhan program.

Dengan peningkatan produktivitas melalui PM-AAS, Dinas Pertanian berharap produksi padi PPU terus meningkat dan mampu memperkuat peran daerah sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan di Kalimantan Timur sekaligus mendukung target pembangunan sektor pertanian dalam RPJMD. (TN02)