SamarindaTitiknolKaltim

Rekayasa Lalu-lintas Disiapkan, Samarinda Waspadai Macet Akibat Demo Susulan Ojol

286
×

Rekayasa Lalu-lintas Disiapkan, Samarinda Waspadai Macet Akibat Demo Susulan Ojol

Sebarkan artikel ini
NASIB OJOL KALTIM - Ilustrasi pengemudi ojek online. Aliansi Mitra Kaltim Bersatu masih menanti kepastian dari dua aplikator Transportasi Online atau ojol, Gojek dan Grab, terkait implementasi hasil keputusan rapat yang digelar Senin 7 Juli 2025 lalu. Hingga Selasa 8 Juli 2025, kedua aplikator transportasi online ini dinilai belum mematuhi instruksi dari Wakil Gubernur Kaltim. (Titiknol.id)

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Menyusul kemacetan parah yang terjadi saat aksi demonstrasi ojek online oleh Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMKB) pada 11 Agustus 2025 lalu, Satlantas Polresta Samarinda bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda kini menyiapkan skema rekayasa lalu-lintas untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Saat demo sebelumnya, ruas Jalan Gajah Mada di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur lumpuh total, menyebabkan arus lalu-lintas di sejumlah titik kota macet hingga malam hari.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi teknis dengan Dishub Samarinda guna merancang pola rekayasa lalu lintas apabila aksi susulan terjadi.

“Hari ini kami masih rapat internal. Kami belum bisa memastikan apakah besok ada aksi lanjutan atau tidak, namun kami sudah berkoordinasi dengan Dishub untuk menyusun skema pengalihan arus di sekitar Kantor Gubernur,” bebernya pada Selasa (19/8/2025) sore.
 
Kompol La Ode menjelaskan bahwa apabila aksi demo kembali digelar, dua arah di depan Kantor Gubernur Kaltim akan ditutup sementara.

Penutupan tersebut akan disertai dengan rekayasa lalu-lintas dan pengalihan ke rute alternatif.

“Kalau dua arah di depan Kantor Gubernur ditutup, maka kami akan alihkan arus lalu lintas sesuai skema yang sudah kami siapkan bersama Dishub,” jelasnya.
 
Untuk menghindari kemacetan parah, pihak kepolisian dan Dishub telah menyusun sejumlah jalur alternatif dan menyiapkan personel di titik-titik strategis.

“Rute alternatif sudah kami tentukan. Personel dari Satlantas dan Dishub akan kami tempatkan di beberapa titik rawan kemacetan untuk mengatur arus kendaraan,” pungkasnya. (*)