TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menyelenggarakan program beasiswa, kali ini dengan menu jurusan yang lebih variatif menyasar tujuh institusi pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta ternama dalam negeri.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab PPU, Nicko Herlambang mengungkapkan peluncuran beasiswa tahun ini lebih spesifik menyesuaikan kebutuhan daerah.
Adapun pemerintah daerah telah menyuntikkan besaran anggaran senilai Rp7,9 milyar untuk pendanaannya.
“Seperti dengan Universitas Nahdatul Ulama (UNU) kita kerja sama untuk pendidikan guru paud. Alasannya, ada beberapa guru paud itu belum punya sertifikasi atau ijazah yang sesuai, ada sekitar 30 guru yang disekolahkan di UNU,” ujar Nicko, Senin (25/8/2025).
Lain halnya dengan STT Migas, minat generasi muda kerap kali berkaitan dengan bidang energi dan teknologi migas.
“Karena cukup dekat dan punya jurusan spesifik, beberapa mungkin ingin bekerja di tambang batu bara,” kata dia.
Pemerintah juga menawarkan beasiswa kerja sama dengan Politeknik Pelayaran Balikpapan yang berfokus pada vokasi kemaritiman dan logistik.
Nicko menyebut, minat siswa cukup banyak. Kondisi ini menurutnya berangkat dari latar belakang dan budaya maritim dari kehidupan masyarakat pesisir.
Universitas Balikpapan (Uniba), disebutkan program beasiswa ini tak jauh berbeda dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
“Kemarin dengan Uniba agak lintas disiplin, tapi basisnya tetap sains, teknologi, enginering dan matematika. Hampir sama dengan UGM, bedanya UGM ditambah vokasi D4,” tuturnya.
Tak ketinggalan, universitas lokal di PPU juga menjadi bagian dari program beasiswa pemerintah tahun ini.
Nicko mengatakan, meski program beasiswa gratis pol dari pemerintah provinsi telah diturunkan, namun belum mampu mengcover semua jurusan di Universitas Gunadarma.
“Kita berikan karena memang dia universitas lokal. Sasarannya terutama yang saat ini tidak tercover beasiswa gaspol,” ungkap Nicko.
Nicko menambahkan, kerja sama lainnya dengan Bali International Management (BIM) menawarkan menu jurusan yang sedikit berbeda. Pendaftarnya pun cukup banyak.
“BIM ini menawarkan untuk sumber daya manusia (SDM) kewirausahaan, digital business dan hub processing. Kita siapkan jurusan yang berbeda karena kita tau karakter anak-anak ini berbeda. Mereka bahkan menyebut memang intinya membicarakan pengolahan pangan,” ulasnya.
Nicko berharap pemberian beasiswa yang variatif ini dapat memperluas lingkup anak didik yang selama ini hanya terpaku pada kampus-kampus lokal di daerah.
“Mudahan beasiswa yang variatif ini lingkungan anak didik yang diterima juga cukup variatif. Background mereka bukan lagi kampus-kampus lokal seperti Unmul. Kita cari sudut yang gratis poll tidak bisa cover, kita yang bantu cover,” pungkasnya.
(TN01)












