BalikpapanTitiknolKaltim

Balikpapan Zona Merah HIV, Pemkot Percepat Langkah Pencegahan

246
×

Balikpapan Zona Merah HIV, Pemkot Percepat Langkah Pencegahan

Sebarkan artikel ini
Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa 76 persen kasus HIV di Indonesia terkonsentrasi di 11 provinsi prioritas.(Freepik)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat menanggapi lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang kian mengkhawatirkan.

Kota Balikpapan kini masuk zona merah HIV di Kalimantan Timur, dan mencatat jumlah kasus tertinggi kedua setelah Samarinda. 

Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati, menyebut bahwa persoalan HIV/AIDS tak hanya soal medis, tetapi juga menyangkut perilaku yang berpotensi menjadi “bom waktu” bila tak segera ditangani.

“Pasien HIV/AIDS kami tangani di hilir, tetapi penguatan di hulu harus digencarkan lewat sosialisasi lintas sektor,” tuturnya, Kamis (4/9/2025).

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Kaltim, ratusan kasus baru ditemukan di Balikpapan sepanjang Januari hingga Juli 2025.

Untuk itu, Dinkes menggandeng berbagai pihak seperti DP3AKB, Dinsos, relawan masyarakat, hingga tokoh lingkungan untuk memperkuat langkah pencegahan.

Alwiati menyoroti kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) dan pengguna narkoba suntik sebagai populasi dengan risiko tertinggi.

Ia mengingatkan, HIV kerap tak menunjukkan gejala khas, sehingga hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Pemkot pun memperkuat layanan kesehatan dengan:

  • Melatih tenaga medis
  • Menyediakan fasilitas pemeriksaan HIV
  • Mendistribusikan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP)

Dinkes juga menyasar kelompok khusus seperti ibu hamil, guna mencegah penularan dari pasangan maupun ke bayi dalam kandungan.

“Langkah medis saja tidak cukup. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam mencegah penyebaran,” ujar Alwiati.

Ia menekankan bahwa kesetiaan terhadap pasangan, penguatan nilai agama, serta pola hidup bersih dan sehat menjadi benteng pertama melawan HIV/AIDS.

“Tanpa kesadaran kolektif, sekuat apa pun sistem kesehatan tak akan cukup membendung penyebaran,” tambahnya.

Dinkes juga melibatkan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Pusat Pembelajaran Keluarga (PPATBM) untuk menyebarkan edukasi hingga ke tingkat lingkungan.

Baca Juga:   Hari Ini BigMall Samarinda Terbakar, Diduga Titik Api di Lantai 3

Alwiati mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan warga dengan gejala yang mengarah pada HIV/AIDS, seperti diare kronis, TBC yang tak kunjung sembuh, atau infeksi berkepanjangan.

Pemkot Balikpapan menegaskan pentingnya deteksi dini dan edukasi publik sebagai strategi utama untuk menghindari ledakan kasus di masa mendatang. (*)