TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto langsung mengundang rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/9/2025) sore.
Ratas ini digelar hanya sehari setelah Prabowo menghadiri parade militer besar-besaran di Beijing atas undangan Presiden China, Xi Jinping.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ratas tersebut membahas kondisi terkini di dalam negeri, baik dari aspek ekonomi, pangan, maupun sosial.
Sejumlah menteri bidang ekonomi dan sosial, serta Gubernur Bank Indonesia, turut memberikan laporan langsung kepada Presiden.
Menurut Sri Mulyani, salah satu perhatian utama Presiden Prabowo adalah dampak aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak 25 Agustus lalu.
Prabowo meminta agar seluruh fasilitas umum yang rusak akibat aksi segera diperbaiki demi kepentingan masyarakat luas.
“Presiden meminta perbaikan fasilitas umum yang telah dirusak dalam aksi seminggu lalu segera diperbaiki,” ungkap Sri Mulyani dalam keterangan yang juga ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (5/9/2025).
Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya menjalankan Program Prioritas negara yang memberikan manfaat langsung kepada rakyat.
Beberapa di antaranya adalah Sekolah Rakyat, Program Ketahanan Pangan, serta Program Energi.
Sri Mulyani menyebut Presiden ingin memastikan program-program tersebut benar-benar berjalan efektif di lapangan.
“Program Prioritas harus berjalan efektif agar rakyat merasakan manfaat langsung,” tulisnya.
Dalam ratas itu, Prabowo turut mengingatkan kabinetnya mengenai situasi global yang dinamis.
Ia meminta seluruh jajaran waspada terhadap perubahan konstelasi persaingan internasional yang bisa berdampak pada Indonesia.
“Presiden menekankan Transformasi Indonesia dan membangun Indonesia sesuai konstitusi adalah tugas utama Presiden dan seluruh kabinet. Proses akan sulit dan panjang, namun harus konsisten,” terang Sri Mulyani.
Prabowo menutup arahannya dengan menekankan tiga hal: memperbaiki kondisi rakyat terutama kelompok miskin, membangun pemerintahan yang bersih dan efisien, serta memberantas korupsi.
Ia menegaskan hal itu sebagai fondasi utama untuk mewujudkan transformasi Indonesia. (*)








