SamarindaTitiknolKaltim

Berbekal Busur dan Motor, Komplotan Asal Makassar Sikat Rumah Kosong di Samarinda

192
×

Berbekal Busur dan Motor, Komplotan Asal Makassar Sikat Rumah Kosong di Samarinda

Sebarkan artikel ini
PENCURIAN RUMAH SAMARINDA - Empat pria asal Makassar yang merupakan pelaku pencurian rumah kosong di Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya diringkus polisi setelah menjalankan aksinya selama sepekan. Aksi kejahatan ini ternyata telah mereka rencanakan sejak masih berada di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (17/9/2025). 

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Empat pria asal Makassar yang merupakan pelaku pencurian rumah kosong di Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya diringkus polisi setelah menjalankan aksinya selama sepekan.

Aksi kejahatan ini ternyata telah mereka rencanakan sejak masih berada di Mamuju, Sulawesi Barat.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setiawan, menjelaskan bahwa pelaku utama berinisial UH (40) mengajak tiga rekannya, yaitu IW (45), DRA (23), dan AS (36), untuk melakukan pencurian di Samarinda setelah gagal mendapatkan pekerjaan di Mamuju.

“Awalnya mereka berniat mencari kerja di Mamuju. Karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, UH lalu mengajak rekannya ke Samarinda untuk mencuri,” ungkap AKP Agus, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, keempat pelaku berangkat dari Makassar menuju Balikpapan melalui Pelabuhan Kariangau pada 7 September 2025, dengan membawa dua unit sepeda motor.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Samarinda pada Minggu, 8 September 2025.

Setibanya di Samarinda pada malam hari, para pelaku langsung mencari tempat tinggal dan akhirnya menyewa kontrakan di Jalan Sejati, Kecamatan Sambutan.

Langsung Beraksi Setelah Tiba

Tanpa membuang waktu, para pelaku mulai menjalankan aksinya sejak 9 September hingga 16 September 2025 di beberapa lokasi berbeda.

Mereka telah membagi peran dengan jelas:

  • IW dan DRA bertindak sebagai eksekutor yang masuk ke dalam rumah dan mengambil barang.
  • UH dan AS berperan sebagai pengawas situasi di luar rumah sekaligus joki motor untuk melarikan diri.

“Pembagian tugas sudah mereka pahami. Artinya, mereka memang sudah terbiasa melakukan aksi semacam ini,” terang AKP Agus.
 
Residivis dan Bersenjata Busur

Polisi mengungkap bahwa seluruh pelaku merupakan mantan residivis.

Tiga di antaranya pernah terlibat kasus pencurian di Samarinda, sedangkan satu lainnya pernah dipidana karena penganiayaan.

Baca Juga:   7 Merek Beras Disorot Disperindagkop Paser, Bakal Ada Sidak ke Ritel dan Pasar

Saat ditangkap, petugas juga menemukan senjata berupa katapel dan enam busur panah yang sengaja mereka bawa dari Makassar.

“Mereka membawa busur itu sebagai antisipasi jika aksinya ketahuan atau mendapat perlawanan dari korban. Tujuannya untuk melukai,” tegas Agus.

Kini, keempat pelaku harus kembali berurusan dengan hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi sasaran pencurian mereka selama berada di Samarinda. (*)